Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Autopedia (ASLC) Raih Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Bisnis Mobil Bekas Makin Moncer

        Autopedia (ASLC) Raih Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Bisnis Mobil Bekas Makin Moncer Kredit Foto: Caroline.id
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja gemilang ditorehkan PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) sepanjang 2025. Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan mencapai Rp1 triliun, tumbuh 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba bersih tahun berjalan juga mencapai Rp45 miliar, menandakan solidnya ekspansi bisnis yang dijalankan.

        Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menyebut capaian ini tak lepas dari strategi agresif perusahaan dalam membangun ekosistem mobil bekas yang terintegrasi.

        “Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek dan keunggulan operasional,” ujarnya.

        Dari sisi lini bisnis, performa platform jual beli mobil bekas Caroline.id menjadi salah satu motor utama. Sepanjang 2025, platform ini mencatatkan penjualan Rp730,5 miliar dengan volume hampir 4.500 unit mobil, meningkat 24,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Sementara itu, JBA Indonesia sebagai balai lelang kendaraan bekas terbesar di Tanah Air juga menunjukkan performa kuat. Lebih dari 124 ribu unit kendaraan berhasil dilelang, dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp272,5 miliar.

        Di sisi lain, unit bisnis yang masih dalam tahap awal, yakni MotoGadai, mulai menunjukkan taringnya. Sepanjang 2025, MotoGadai mencatatkan pendapatan Rp5,4 miliar, melonjak 72% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Untuk memperkuat ekosistem tersebut, ASLC terus melakukan ekspansi, salah satunya dengan membuka cabang baru MotoHub di Serpong. Kehadiran MotoHub menjadi penghubung antara dealer dan konsumen dalam satu ekosistem transaksi yang lebih praktis.

        “Ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan Motogadai dengan dealer rekanan dan pelaku usaha mobil bekas lainnya, sehingga memudahkan customer yang ingin mengecek unit dapat langsung datang ke Motohub,” kata Jany.

        Baca Juga: OJK: Pembiayaan Mobil Bekas Melaju Lebih Kencang Ketimbang Mobil Baru

        Baca Juga: Penjualan Alfamidi (MIDI) Tembus Rp20,64 Triliun di 2025, Laba Melonjak 45%

        Tak hanya menjadi kanal distribusi tambahan bagi dealer, MotoHub juga berperan sebagai jembatan menuju layanan pembiayaan MotoGadai. Hal ini membuat proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui pengalaman langsung.

        “Adanya Motohub membuat customer dapat langsung melihat unit kendaraan sekaligus mengakses layanan pembiayaan di tempat, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat,” imbuhnya.

        Menatap 2026, manajemen tetap optimistis terhadap prospek bisnis, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah. “Karena mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif,” pungkas Jany.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: