Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amman Mineral Bidik Produksi Konsentrat 900 Ribu Ton di 2026

        Amman Mineral Bidik Produksi Konsentrat 900 Ribu Ton di 2026 Kredit Foto: Amman Mineral
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memproyeksikan produksi konsentrat pada 2026 mencapai sekitar 900.000 metrik ton kering. Volume tersebut diperkirakan mengandung sekitar 485 juta pon tembaga atau setara 220.000 ton, serta 579.000 ons emas.

        Direktur Utama AMMN, Arief Sidarto, menjelaskan dari total target tersebut, sekitar 500.000 metrik ton kering akan berasal dari fasilitas pabrik konsentrator yang telah beroperasi saat ini.

        Sementara itu, sekitar 400.000 metrik ton kering lainnya diharapkan berasal dari pabrik konsentrator baru, bergantung pada perkembangan proses commissioning fasilitas tersebut.

        “Ke depan, produksi konsentrat diperkirakan akan mengalami variasi seiring upaya menyeimbangkan produksi konsentrat dengan proses ramp-up smelter,” ujar Arief dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/3/2026).

        Lebih lanjut, ia menegaskan fokus utama perseroan pada 2026 adalah memastikan kinerja smelter berjalan stabil dan berkelanjutan, seiring penguatan proyek-proyek ekspansi strategis.

        Perseroan juga menjaga momentum pengembangan bisnis melalui sejumlah proyek utama yang tengah berjalan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas regasifikasi LNG, serta ekspansi pabrik konsentrator.

        “Memasuki 2026, prioritas utama kami adalah memastikan kinerja smelter yang stabil dan berkelanjutan. Di saat yang sama, proyek ekspansi utama tetap berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

        Baca Juga: Riset UI Ungkap Aktivitas AMMAN Sumbang Rp173 Triliun ke PDB

        Baca Juga: Kinerja AMMN Tertekan, Dampak Larangan Ekspor dan Smelter

        Arief menilai, meski masih terdapat tantangan jangka pendek di sektor pertambangan global, prospek fundamental komoditas tembaga dan emas tetap menunjukkan tren positif, didorong oleh kebutuhan transisi energi dan permintaan dari industri teknologi.

        “Terlepas dari tantangan jangka pendek, fundamental jangka panjang untuk komoditas tembaga dan emas tetap sangat kuat,” katanya.

        Ia menegaskan perseroan akan terus menjaga disiplin dalam eksekusi proyek, melakukan optimalisasi biaya, serta meningkatkan keunggulan operasional guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: