Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Banyuwangi Dorong ASN Kurangi BBM, Sepeda dan Ojol Jadi Alternatif di Tengah Gejolak Energi

        Banyuwangi Dorong ASN Kurangi BBM, Sepeda dan Ojol Jadi Alternatif di Tengah Gejolak Energi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah efisiensi energi dengan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) beralih ke transportasi yang lebih hemat BBM di tengah ketidakpastian pasokan energi global.

        Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi dunia.

        Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan bahwa upaya penghematan ini merupakan bagian dari strategi bersama yang perlu diterapkan di lingkungan pemerintahan daerah.

        Ia juga meminta ASN untuk menjadi teladan dalam penggunaan energi yang lebih bijak di kehidupan sehari-hari.

        “Efisiensi energi ini merupakan mitigasi yang harus dilakukan bersama dalam menghadapi ketidakpastian situasi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Sebagai bagian dari pemerintah daerah saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam gerakan penghematan energi ini,” katanya dikutip dari ANTARA.

        Dalam implementasinya, ASN diimbau mengurangi penggunaan kendaraan dinas dan mulai memanfaatkan transportasi umum maupun layanan ojek online untuk mobilitas kerja. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM sekaligus mendorong pola transportasi yang lebih efisien.

        Bagi ASN yang tinggal dekat dengan tempat kerja, pemerintah daerah juga mendorong penggunaan sepeda kayuh sebagai alternatif transportasi harian. Selain mendukung penghematan energi, kebiasaan ini juga dinilai memberikan manfaat kesehatan bagi pegawai.

        Kebijakan tersebut turut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak situasi geopolitik global. Hal ini menjadi bagian dari upaya antisipasi agar sektor energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian.

        Selain pengaturan mobilitas, Pemkab Banyuwangi juga mendorong ASN untuk memaksimalkan penggunaan layanan digital dalam aktivitas kerja. Digitalisasi dinilai mampu mengurangi kebutuhan perjalanan fisik yang berdampak pada konsumsi BBM kendaraan dinas.

        Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Didorong Perkuat Program Kompor Listrik Bersubsidi

        Ipuk menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Pemerintah daerah berharap kondisi konflik internasional dapat segera mereda sehingga tidak memberikan tekanan lebih lanjut terhadap pasokan energi global.

        Banyuwangi berupaya menjaga efisiensi energi sekaligus membangun budaya kerja yang lebih adaptif terhadap tantangan global. Kebijakan ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah merespons isu internasional dengan langkah konkret di tingkat lokal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: