Program Motor Listrik Nasional Dinilai Perlu Sasar Daerah 3T, Bukan Hanya Kota Besar
Kredit Foto: Istimewa
Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai perlu dibarengi strategi distribusi yang lebih merata agar manfaat elektrifikasi kendaraan dapat dirasakan hingga wilayah luar Jawa, termasuk daerah perdesaan dan kawasan 3T.
Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan pemerintah sebaiknya tidak memusatkan penyaluran motor listrik di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa.
Menurutnya, pulau-pulau kecil, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan perbatasan, serta wilayah dengan biaya distribusi BBM tinggi justru memiliki potensi besar untuk pengembangan kendaraan listrik.
"Kalau insentif motor listrik diberikan, jangan hanya untuk masyarakat perkotaan. Bisa diarahkan ke pulau-pulau kecil, daerah 3TP, daerah perbatasan, dan wilayah yang biaya distribusi BBM-nya tinggi," kata Djoko kepada Warta Ekonomi, Selasa (18/8/2026).
Djoko menilai penggunaan motor listrik di wilayah tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Pasalnya, biaya distribusi BBM di sejumlah daerah dapat jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan di Pulau Jawa.
Menurut dia, kawasan penghasil mineral maupun daerah dengan aktivitas ekonomi yang tinggi juga dapat menjadi sasaran pengembangan motor listrik nasional.
Djoko mencontohkan Kabupaten Asmat, Papua Selatan, yang telah menggunakan kendaraan listrik sejak 2007. Kondisi geografis dan tantangan distribusi BBM di wilayah tersebut membuat kendaraan listrik memiliki nilai manfaat tersendiri.
Baca Juga: Insentif Motor Listrik Segera Bergulir, OJK Ramal Pembiayaan Multifinance Makin Ngebut
Baca Juga: Motor Listrik Nasional Berpotensi Bikin Jalanan Makin Padat
Baca Juga: Prabowo Kritik Motor Listrik Lokal: Jangan Cuma Tempel Merek
"Di daerah yang distribusi BBM-nya sulit, motor listrik bisa memberikan efisiensi biaya operasional. Jadi jangan melihat motor listrik hanya sebagai kendaraan untuk masyarakat kota," ujarnya.
Pengembangan pasar di luar Jawa juga dinilai dapat menjadi strategi bagi motor listrik nasional untuk membangun basis pasar baru, sekaligus menghindari konsentrasi kendaraan pribadi di kota-kota besar.
Pemerintah sendiri tengah mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan