Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham BYAN Ambruk 14%, IHSG Terseret Turun 1% ke Level 6.384,22

Saham BYAN Ambruk 14%, IHSG Terseret Turun 1% ke Level 6.384,22 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terkoreksi pada awal perdagangan Rabu (19/8/2026). Tekanan jual membuat indeks turun lebih dari 1%, salah satunya dipicu anjloknya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Mengacu data BEI, IHSG pada pukul 09.03 WIB turun 65,61 poin atau 1,02% ke level 6.384,22. Indeks sempat menguat ke level 6.414,89 setelah dibuka di posisi 6.408,18, tetapi kemudian berbalik turun hingga menyentuh 6.380,17.

Saham BYAN menjadi salah satu pemberat utama pergerakan indeks. Saham perusahaan tambang batu bara itu anjlok 14,04% ke Rp14.850. Koreksi tersebut terjadi setelah BYAN sehari sebelumnya melonjak 19,97% ke Rp17.275.

Pada perdagangan Selasa, BYAN menjadi salah satu saham yang paling mencuri perhatian sekaligus menopang penguatan IHSG. Namun, pergerakannya berbalik setelah perseroan memberikan klarifikasi terkait rumor rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Tekanan jual pada awal perdagangan juga terlihat secara luas. Hingga pukul 09.03 WIB, sebanyak 293 saham melemah, sementara 154 saham menguat dan 516 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan nilai mencapai Rp683,1 miliar. Volume perdagangan mencapai 1,82 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 129.500 kali.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Indeks akan bergerak dalam rentang support 6.400, pivot 6.450, dan resistance 6.500.

Phintraco Sekuritas mencatat IHSG pada perdagangan Selasa (18/8/2026) ditutup naik 0,75% ke level 6.449,83. Secara teknikal, indeks masih berada di atas MA20, meski perdagangan ditutup dengan pola gap up.

Sementara itu, histogram MACD cenderung bergerak datar dan indikator stochastic masih berada di sekitar area pivot. Kondisi tersebut menunjukkan momentum penguatan IHSG belum cukup kuat untuk mendorong indeks bergerak lebih tinggi secara signifikan.

"Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 6.400-6.500. Ditambah lagi, FTSE masih melanjutkan evaluasi pasar saham Indonesia," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan hari ini. BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, sejalan dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran serta upaya menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%. Investor akan mencermati pernyataan BI mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 13% secara tahunan (yoy) pada Juli 2026, dari 12,67% pada Juni 2026.

BI juga melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$454,4 miliar pada kuartal II-2026, tumbuh 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan US$433,4 miliar pada semester I-2026.

Baca Juga: BYAN Tak Tahu Ada Rencana Haji Isam Ambil Alih 62,2% Saham, Ini Penjelasannya

Baca Juga: Bayan Resources (BYAN) Bantah Keras Rumor Haji Isam Ambil Alih 62,5% Saham

Baca Juga: Konglo Haji Isam Bidik 62,25% Saham BYAN, Begini Kinerja Keuangannya

Peningkatan ULN terutama berasal dari kenaikan utang luar negeri sektor publik, termasuk pemerintah dan bank sentral. Meski demikian, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 30,6% pada kuartal II-2026 dan mayoritas merupakan utang berjangka panjang dengan porsi 82,1% dari total ULN.

"Kenaikan ULN ini menjadi sentimen negatif bagi IHSG, tapi rasio ULN terhadap PDB masih relatif terkendali," kata Phintraco Sekuritas.

Dengan kombinasi indikator teknikal yang cenderung netral, keputusan suku bunga BI, evaluasi FTSE Russell, serta perkembangan ULN, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan rentang 6.400-6.500 pada perdagangan hari ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan