- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Kekayaan Miliader Pendiri Labubu Menyusut US$2,7 Miliar Usai Saham Pop Mart Anjlok
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Saham produsen mainan asal Tiongkok, Pop Mart International Group, anjlok lebih dari 22% di Bursa Hong Kong setelah perusahaan merilis laporan kinerja tahunan 2025. Penurunan tajam tersebut turut memangkas sekitar US$2,7 miliar kekayaan bersih pendirinya, Wang Ning.
Mengutip Forbes, taipan berusia 39 tahun itu kini memiliki kekayaan sebesar US$13,6 miliar yang sebagian besar berasal dari kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.
Sepanjang 2025, penjualan tumbuh 184,7% secara tahunan menjadi 37,1 miliar yuan (US$5,4 miliar), melampaui proyeksi sebelumnya sebesar 30 miliar yuan. Laba bersih bahkan melonjak hampir empat kali lipat menjadi 13 miliar yuan dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, investor mulai mencermati potensi perlambatan pertumbuhan di pasar luar negeri pada kuartal terakhir 2025. Perusahaan tidak merilis kinerja khusus untuk tiga bulan yang berakhir pada Desember.
Kepala Riset DZT Research berbasis di Singapura, Ke Yan, menyebut berdasarkan pembaruan triwulanan sebelumnya, terdapat “perlambatan signifikan” dalam laju pertumbuhan di luar Tiongkok daratan dibandingkan kuartal ketiga, ketika total penjualan sempat melonjak sekitar 245%.
Investor juga menilai euforia terhadap produk andalan Pop Mart, termasuk boneka Labubu, figur kelinci dengan senyum khas mulai mereda. Bahkan, musim belanja Natal dinilai gagal mengangkat kembali pertumbuhan penjualan luar negeri ke level tiga digit.
Pandangan serupa disampaikan analis ekuitas Morningstar, Jeff Zhang. Ia menyebut penjualan seri populer seperti Molly dan Crybaby mulai melambat secara tahunan seiring meredanya tren koleksi mainan tersebut.
“Kami melihat antusiasme mulai mereda di pasar luar negeri utama karena kurangnya peluncuran produk baru. Untuk seri lama, pertumbuhan penjualan melambat karena semakin banyak konsumen yang sudah memiliki produk tersebut,” ujar Zhang dalam catatan email.
Baca Juga: Emtek (EMTK) Bukukan Laba Rp6,78 Triliun pada 2025, Melejit 361%
Baca Juga: Surge (WIFI) Kantongi Pendapatan Rp1,65 Triliun pada 2025, Laba Melesat 76%
Baca Juga: Tumbuh Double Digit, MDLA Raup Laba Rp398,1 Miliar pada 2025
Manajemen Pop Mart menolak mengomentari pergerakan harga saham. Dalam konferensi investor yang disiarkan langsung, Wang Ning menyampaikan perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20% pada 2026.
“Kami tidak mengejar pertumbuhan pendapatan yang sangat agresif dengan mengorbankan keuntungan. Kami menargetkan pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: