Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tumbuh Double Digit, MDLA Raup Laba Rp398,1 Miliar pada 2025

Tumbuh Double Digit, MDLA Raup Laba Rp398,1 Miliar pada 2025 Kredit Foto: Medela Potentia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatat pertumbuhan laba bersih dua digit sebesar 16 persen menjadi Rp398,1 miliar sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangannya, penjualan neto MDLA tercatat meningkat tipis menjadi Rp14,89 triliun dari Rp14,56 triliun. Kontribusi terbesar masih berasal dari produk farmasi sebesar Rp11,39 triliun, diikuti produk kesehatan Rp1,77 triliun dan alat kesehatan Rp1,72 triliun.

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Krestijanto Pandji, mengatakan capaian tersebut mencerminkan stabilitas fundamental bisnis Perseroan yang didukung oleh penguatan sistem distribusi dan optimalisasi operasional.

“Pertumbuhan laba bersih dua digit menjadi salah satu indikator positif kinerja Perseroan sepanjang tahun 2025. Ke depan, Perseroan akan tetap fokus menjaga stabilitas pertumbuhan melalui penguatan infrastruktur logistik dan optimalisasi portofolio bisnis,” ujarnya.

Meski beban pokok penjualan naik menjadi Rp13,45 triliun dari Rp13,19 triliun, perusahaan tetap mampu mencatatkan perbaikan profitabilitas. Hal ini tercermin dari laba bruto yang meningkat menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,37 triliun.

Perbaikan kinerja juga terlihat di level operasional. Laba usaha naik menjadi Rp497,26 miliar dari Rp466,32 miliar, sementara laba sebelum pajak turut menguat menjadi Rp513,26 miliar dari Rp457,14 miliar. Tren ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional berhasil menjaga margin tetap positif.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp6,58 triliun dari Rp5,72 triliun. Liabilitas sedikit menurun menjadi Rp3,47 triliun dari Rp3,52 triliun, sementara ekuitas melonjak signifikan menjadi Rp3,1 triliun dari Rp2,2 triliun.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan memperkuat portofolio bisnis melalui penambahan delapan prinsipal baru yang terdiri dari dua prinsipal produk obat resep, dua prinsipal consumer health, serta empat prinsipal alat kesehatan.

Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkaya solusi distribusi yang ditawarkan sekaligus meningkatkan daya saing Perseroan di industri kesehatan.

Di sisi infrastruktur, Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas distribusi sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional. Pada Mei 2025, Perseroan mengakuisisi National Distribution Center (NDC) 1 seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas 13.525 pallet di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang, Jawa Barat. 

Selain itu, Perseroan juga mengakuisisi lahan seluas 2,7 hektar di Kawasan Industri Jababeka I yang direncanakan untuk pengembangan NDC 2 PT Anugrah Argon Medica. Ekspansi ini akan semakin memperkuat kapabilitas warehouse sekaligus meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: Emiten Alat Kesehatan OMED Kantongi Penjualan Rp2,06 Triliun pada 2025

Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raih Penjualan Rp76,6 Triliun, Laba Naik 15,82% di 2025

Untuk memperluas jangkauan distribusi di wilayah Sumatera, pembangunan warehouse dan kantor cabang PT Anugrah Argon Medica di Medan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Dari lini bisnis alat kesehatan, anak usaha Perseroan, PT Deca Metric Medica (DMM), mulai memperluas pasar internasional dengan melakukan ekspor produk alat kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste pada Agustus 2025.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri