Siap-Siap, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Terasa Lebih Panjang
Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim kemarau tahun ini diprediksi akan tiba lebih awal, yakni mulai April mendatang, dan diproyeksikan berlangsung lebih lama dari kondisi normalnya di sebagian besar wilayah Indonesia.
Menurut BMKG ini terjadi karena perubahan pola musim dan dipengaruhi oleh dinamika iklim global. BMKG mencatat bahwa fenomena cuaca La Nina lemah, yang sempat membawa lebih banyak hujan sejak Oktober 2025, telah resmi berakhir pada bulan Februari 2026.
Saat ini, atmosfer berada pada fase Netral dan bersiap menghadapi potensi munculnya fenomena El Nino pada pertengahan tahun ini, yang memicu kondisi cuaca menjadi lebih kering.
Memasuki bulan April, musim kemarau akan mulai merambat secara bertahap. Wilayah Nusa Tenggara diprediksi akan menjadi kawasan pertama yang memasuki fase kering ini, sebelum akhirnya meluas ke berbagai pulau lainnya di Indonesia.
Berdasarkan data persebaran Zona Musim (ZOM), sebanyak 16,3 persen wilayah diprediksi mulai memasuki kemarau pada bulan April. Angka ini akan terus meningkat menjadi 26,3 persen pada bulan Mei, dan 23,3 persen pada bulan Juni 2026. Secara total, BMKG memproyeksikan bahwa 46,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami awal musim kemarau yang lebih maju (lebih cepat) dibandingkan rata-rata historisnya.
Selain datang lebih awal, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau untuk bersiap menghadapi tingkat kekeringan yang lebih tinggi. BMKG memperkirakan 64,5 persen wilayah Indonesia akan mencatatkan akumulasi curah hujan kategori "Bawah Normal" selama periode ini. Artinya, musim kemarau tahun ini akan terasa lebih kering dari biasanya.
Puncak dari musim kemarau ini diperkirakan akan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada bulan Agustus 2026. Bagi 58,7 persen wilayah, puncak kekeringan ini bahkan akan tiba lebih cepat dari waktu normalnya.
Secara keseluruhan, analisis BMKG menyimpulkan bahwa 57,2 persen wilayah di Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang tahun 2026 ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat