Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ESDM Boyong 10 WK di Gelaran IPA Convex 2026, Berikut Detilnya

ESDM Boyong 10 WK di Gelaran IPA Convex 2026, Berikut Detilnya Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal memboyong 10 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) untuk ditawarkan dalam hajatan tahunan sektor migas, yakni Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut akan digelar pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD City.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan jumlah WK yang ditawarkan tahun ini tidak sebanyak tahun lalu yang mencapai 20 blok.

“Enggak nyampe (20). Ya, sekitar 10 mungkin,” ujarnya di Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).

Laode menjelaskan, 10 WK tersebut tersebar di sejumlah wilayah potensial, mulai dari Sulawesi, Papua hingga Semenanjung Sumatra.

“Insya Allah, kita tunggu aja ya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Migas telah lebih dulu memperkenalkan 10 WK tersebut sejak Februari 2026. Berdasarkan siaran pers yang diterima Warta Ekonomi, 10 area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi migas yang telah dipetakan oleh Kementerian ESDM.

“Ada 10 (sepuluh) area potensi blok migas baru yang telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan LEMIGAS dibuka untuk calon investor,” papar Laode di awal Februari lalu.

Adapun 10 area potensi yang ditawarkan tersebut meliputi:

1. Rupat

2. Puri

3. Karapan Baru

4. Pesut Mahakam

5. Bengara II

6. Maratua II

7. South Matindok

8. Lao-Lao

9. Rombebai

10. Northern Papua/Jayapura

Pemerintah, lanjut Laode, juga terus berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang lebih atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Sejumlah insentif yang ditawarkan antara lain fiscal terms yang lebih menarik dengan split KKKS hingga 50% dari sebelumnya 15–30%, fleksibilitas kontrak migas dengan pilihan skema cost recovery maupun gross split, insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi, hingga pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.

“Pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” tandas Laode.

Baca Juga: ESDM Akui Pasokan Solar Pertamina ke SPBU Swasta Belum Sesuai Kebutuhan

Baca Juga: Seluruh WK Migas Aceh ‘Sold Out’, BPMA Bidik Pembukaan Blok Baru

Ia menambahkan, pemerintah mengundang para calon investor yang memiliki kapabilitas untuk menyampaikan minat melalui dua mekanisme, yakni Penawaran Langsung melalui Studi Bersama maupun Lelang Reguler. Proposal untuk 10 area tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai 1 April 2026 hingga paling lambat 10 April 2026 secara lengkap dan benar.

“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang kepada calon investor, perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia,” pungkas Laode.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra