Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Ingin Negara Arab Biayai Perang Iran dan Amerika Serikat

        Trump Ingin Negara Arab Biayai Perang Iran dan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengambil upeti kepada negara-negara dari Timur Tengah. Hal ini terkait dengan serangan hingga konflik berkepanjangan dengan Iran.

        Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt menyebut ide tersebut sebagai salah satu opsi yang diminati oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meski demikian belum ada rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau negara mana yang akan terlibat.

        Baca Juga: Memohon ke Trump, Mesir Desak Gencatan Perang Iran dan Amerika Serikat

        "Saya pikir itu adalah sesuatu yang akan sangat diminati presiden untuk meminta mereka melakukannya. Itu adalah ide yang saya tahu dia miliki dan sesuatu yang saya pikir Anda akan mendengar lebih banyak darinya," kata Leavitt.

        Menurutnya, gagasan ini kemungkinan akan disampaikan lebih lanjut dalam waktu dekat. Hal ini menyusul belum adanya tanda-tanda perang akan berakhir dalam waktu dekat dari Iran dan Amerika Serikat.

        Trump baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan rezim yang lebih rasional di Iran. Namun memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada serangan besar.

        Ia mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital negara tersebut jika tak ada pembukaan dari Selat Hormuz. Trump mengatakan bahwa pihaknya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak dari Iran, Kharg Island.

        Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyebut bahwa pihaknya keberatan dengan proposal damai dari Amerika Serikat. Ia menyebut bahwa sejumlah poin dalam proposal tersebut  tidak logis dan berlebihan.

        Menurut laporan, proposal damai tersebut berisi sejumlah tuntutan untuk Iran. Teheran di dalamnya diharuskan untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Mereka juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

        Selain itu, ada juga tuntutan yang mengejutkan terkait dengan Selat Hormuz. Amerika Serikat disebut ingin memiliki kontrol atas selat yang menjadi jalur vital perlayaran tanker minyak itu.

        Baca Juga: Iran Sebut Proposal Amerika Serikat Tak Realistis, Pertimbangkan Keluar NPT

        Baghaei menegaskan bahwa proposal itu tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa pihaknya dalam kondisi diserang secara militer, sehingga seluruh upaya difokuskan pada pertahanan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: