Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BGN Tetapkan Aturan Baru MBG, Daerah 3T Fokus Makanan Kering dan Hanya 5 Hari Penyaluran

        BGN Tetapkan Aturan Baru MBG, Daerah 3T Fokus Makanan Kering dan Hanya 5 Hari Penyaluran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Gizi Nasional menetapkan kebijakan distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah selama lima hari. Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas serta kesegaran bahan pangan yang disajikan kepada siswa.

        Durasi distribusi diatur berdasarkan jenis serta ketahanan makanan yang diberikan kepada setiap peserta didik. Selain itu, penggunaan bahan pangan segar menjadi alasan utama penetapan jadwal lima hari kerja tersebut.

        “Makanan fresh food dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah,” ujar Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangan tertulis. Di samping itu, standar gizi nasional tetap menjadi acuan utama dalam penentuan porsi makanan setiap harinya.

        Skema berbeda tetap diterapkan bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia. Kelompok penerima manfaat ini tetap mendapatkan pendistribusian makanan hingga hari Sabtu setiap pekannya.

        Mekanisme tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi harian yang lebih berkesinambungan bagi kesehatan ibu dan anak. Terlebih lagi, pemerintah menerapkan pendekatan khusus untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar dalam program ini.

        Distribusi di wilayah terpencil difokuskan pada pemberian bahan pangan kering yang memiliki masa simpan lama. “Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering, bukan makanan olahan,” ungkap Nanik dalam pernyataannya kepada media.

        Susu dan buah-buahan menjadi contoh utama bahan pangan yang dikirim ke wilayah dengan tantangan geografis. Di samping itu, roti serta bahan simpanan lainnya juga menjadi bagian penting dari paket bantuan tersebut.

        Baca Juga: Anggaran MBG Rp10.000 Rawan Dimainkan, BGN Bongkar Dugaan Mark Up SPPG

        Pilihan komoditas ini merupakan bentuk adaptasi nyata terhadap keterbatasan infrastruktur logistik di daerah pelosok. Terlebih lagi, Badan Gizi Nasional berkomitmen memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan asupan nutrisi yang layak.

        Akses distribusi dan ketersediaan fasilitas penyimpanan menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi pemerintah. Dengan demikian, tantangan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi upaya pemerataan gizi nasional secara menyeluruh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: