Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Senator Republik Usul Ada UU yang Mengatur Pelarangan Mobil dari China Dijual ke Pasar Otomotif AS

        Senator Republik Usul Ada UU yang Mengatur Pelarangan Mobil dari China Dijual ke Pasar Otomotif AS Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Senator dari Partai Republik, Bernie Moreno mengaku akan mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Komprehensif bulan ini untuk memperketat larangan produsen otomotif dari dan yang terafiliasi dengan China menjual produk dari baik mobil maupun perangkat keras (hardware) maupun software di pasar otomotif AS.

        Senator Moreno menegaskan bahwa RUU yang diusulkannya bertujuan untuk memastikan keselamatan pasar domestik.

        "Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China bisa masuk ke pasar kita," kata Moreno. 

        Ia menilai aturan yang berlaku saat ini baru sebatas melarang penjualan kendaraan penumpang asal China akibat adanya kekhawatiran keamanan nasional terkait praktik pengumpulan data.

        Moreno menarik garis persamaan yang tajam antara sektor otomotif dan industri telekomunikasi, dengan secara eksplisit merujuk pada langkah AS yang memblokir Huawei. 

        "Kita tidak mengizinkan Huawei masuk ke dalam infrastruktur telekomunikasi kita," ujar Moreno.

        "Kita juga tidak akan membiarkan produsen mobil China masuk ke pasar ini. Kita akan mencegah 'kanker' tersebut masuk ke pasar kita," tambahnya.

        Sikap agresif sang Senator sejalan dengan pengawasannya yang ketat terhadap manuver bisnis perusahaan-perusahaan AS belakangan ini. Pada bulan Februari lalu, Moreno mengkritik Waymo (perusahaan di bawah naungan Alphabet) dalam sebuah sidang Senat karena kemitraannya dengan Geely, perusahaan induk Zeekr asal China.

        Ia menuduh Waymo bertentangan dengan target AS lantaran menggunakan kendaraan buatan China untuk program robotaxi.

        Selain memperkuat perlindungan domestik, Moreno juga mendesak negara-negara sekutu untuk menyelaraskan kebijakan mereka dengan Amerika Serikat. "Harapan saya adalah agar Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang," tambahnya.

        Usulan legislatif ini langsung mendapat dukungan kuat dari para produsen mobil dan kelompok perdagangan AS. Baru-baru ini, sejumlah organisasi perdagangan otomotif besar memang telah mendesak pemerintah untuk mempertahankan batasan yang ketat terhadap pabrikan China demi melindungi ekosistem industri dalam negeri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: