- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Jusuf Kalla Soroti Efektivitas WFH untuk Hemat Energi, Nilai Tak Berdampak pada BBM
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mempertanyakan efektivitas kebijakan work from home (WFH) sebagai langkah penghematan energi, khususnya dalam kaitannya dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, penghematan energi melalui WFH perlu dilihat secara lebih spesifik, karena tidak semua jenis konsumsi energi berkaitan langsung dengan penggunaan BBM.
"Penghematan energi lewat WFH itu ada dua hal. Kalau di kantor itu penggunaan lampu dan AC. Itu tidak ada hubungannya dengan BBM, karena listrik kita berasal dari PLTU berbahan batu bara, dan kita justru punya batu bara berlebih,” ujar Jusuf Kalla di Jakarta.
Ia menjelaskan, konsumsi energi di perkantoran umumnya bersumber dari listrik, yang di Indonesia sebagian besar masih dipasok oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan batu bara.
Dengan demikian, pengurangan aktivitas di kantor tidak serta-merta berdampak pada penurunan konsumsi BBM.
Jusuf Kalla menilai, jika tujuan utama kebijakan WFH adalah untuk menekan penggunaan BBM, maka fokus kebijakan seharusnya lebih diarahkan pada pengurangan mobilitas transportasi, bukan sekadar aktivitas kerja di kantor.
Namun demikian, ia mengisyaratkan perlunya kajian yang lebih komprehensif agar kebijakan penghematan energi dapat tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi energi nasional.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kebijakan Pemerintah Pusat yang menetapkan bekerja dari rumah (WFH) bagi ASN baik di pusat maupun di level pemerintah daerah setiap hari Jumat sebagai langkah penghematan energi karena tekanan global terhadap sektor energi dan kenaikan harga minyak dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: