Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo dan Jusuf Kalla Gelar Pertemuan Tertutup, Bahas Investasi Energi Hijau Puluhan Triliun

Prabowo dan Jusuf Kalla Gelar Pertemuan Tertutup, Bahas Investasi Energi Hijau Puluhan Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Istana Merdeka. Tokoh senior tersebut hadir bersama putranya yang berprofesi sebagai pebisnis yaitu Solihin Kalla.

Pertemuan antar-tokoh nasional tersebut dilaporkan berlangsung secara tertutup selama kurang lebih satu jam. Agenda pembicaraan kedua belah pihak difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas sektor energi nasional.

Langkah ini diambil demi mendukung target swasembada energi serta menjaga laju pembangunan ekonomi. "Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen," kata Jusuf Kalla.

Pihak Jusuf Kalla menyatakan kesiapan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Proyek baru tersebut direncanakan akan memiliki kapasitas produksi listrik mencapai 2.000 Megawatt.

Rencana pengembangan infrastruktur ramah lingkungan ini diperkirakan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun. Seluruh dokumen desain proyek serta titik lokasi pembangunan fasilitas diklaim sudah tersedia secara lengkap.

Baca Juga: Jusuf Kalla Bongkar Proyek Raksasa Rp70 Triliun yang Bikin Prabowo Langsung Setuju

Selain membahas ketahanan energi, kedua tokoh juga bertukar pikiran mengenai situasi perdamaian di kancah global. Mereka secara spesifik membahas dinamika keamanan di kawasan Thailand Selatan, Pakistan, dan Afghanistan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan ruang silaturahmi atas permintaan pihak Jusuf Kalla. Kepala negara ditegaskan selalu membuka jalur komunikasi yang luas dengan para pemuka adat, tokoh nasional, dan pelaku usaha.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy