Kredit Foto: Instagram/platinumcineplex_id
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) membukukan penjualan neto sebesar Rp180,96 miliar pada 2025, turun 21,1 persen dari Rp229,34 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan ini sebagian besar mencerminkan jadwal perilisan film dan siklus monetisasi, serta portofolio konten yang lebih selektif pada 2025.
Sepanjang tahun lalu, Perseroan tidak memproduksi sinetron maupun web series, yang turut menekan monetisasi library dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, rugi bersih susut secara signifikan menjadi Rp54,30 miliar dari Rp178,77 miliar pada 2024.
Perseroan juga mencatatkan arus kas operasi positif sebesar Rp16,97 miliar, mencerminkan pengelolaan modal kerja yang lebih ketat serta monetisasi portofolio konten yang berkelanjutan.
Dari sisi neraca, RAAM menutup tahun dengan total liabilitas sebesar Rp404,65 miliar dan ekuitas sebesar Rp1,30 triliun per 31 Desember 2025.
Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan berada di kisaran 0.23 kali, memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan rencana ekspansi di bidang produksi konten dan pengembangan jaringan bioskop.
“2025 merupakan tahun konsolidasi bagi RAAM. Kinerja keuangan kami dipengaruhi oleh jadwal perilisan dan pengakuan biaya yang lebih tinggi, namun kami berhasil membuat kemajuan nyata dalam memperkuat fondasi operasional dan disiplin keuangan Perseroan,” ujar Vikas Chand Sharma, Direktur Keuangan RAAM.
Sepanjang tahun, RAAM terus melaksanakan strategi jangka panjangnya sebagai platform hiburan terintegrasi. Perseroan menjaga keaktifan jalur produksi kontennya, memperluas jangkauan distribusi ke pasar internasional, serta melanjutkan ekspansi jaringan Platinum Cineplex dengan pembukaan lokasi-lokasi baru di kawasan yang sedang berkembang.
RAAM juga mengembangkan ekosistemnya yang lebih luas melalui berbagai inisiatif strategis, di antaranya kolaborasi dengan IRSX serta investasi yang mencakup konten, distribusi, dan eksibisi yang semuanya diarahkan untuk membangun kemampuan Perseroan dalam menangkap nilai di sepanjang rantai nilai hiburan secara menyeluruh.
Ke depannya, RAAM sedang mempersiapkan rencana untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang akan datang atas rencana Penawaran Umum Terbatas (rights issue).
Dana yang diperoleh direncanakan untuk memperkuat permodalan Perseroan dan mendanai ekspansi segmen eksibisi, khususnya pembangunan lebih dari 50 lokasi Platinum Cineplex baru di seluruh Indonesia.
Baca Juga: RAAM Rights Issue 1,36 Miliar Saham, Ekspansi Film dan Bangun Bioskop
Baca Juga: Pendapatan Cinema XXI (CNMA) Tembus Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025
Inisiatif ini mencerminkan keyakinan RAAM terhadap pertumbuhan permintaan bioskop yang berkelanjutan, terutama di pasar tier-2 dan tier-3 yang masih belum terlayani secara optimal, dan merupakan inti dari strategi Perseroan untuk membangun ekosistem hiburan terintegrasi penuh yang mencakup produksi konten, distribusi, dan eksibisi.
“Kami tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang industri hiburan Indonesia. RAAM berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan terhadap konten lokal dan terus berkembangnya infrastruktur bioskop di seluruh penjuru negeri,” tutup Vikas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: