Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Emiten Hary Tanoe (MSIN) Buka Suara Soal Rencana Dual Listing di Bursa Luar Negeri

        Emiten Hary Tanoe (MSIN) Buka Suara Soal Rencana Dual Listing di Bursa Luar Negeri Kredit Foto: MNC
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) buka suara soal kabar rencana dual listing atau pencatatan saham Perseroan di bursa internasional. 

        Sekretaris Perusahaan MSIN, Ahmad Alhafiz, menyatakan bahwa Perseroan mempertimbangkan pencatatan saham di bursa luar negeri sebagai bagian dari upaya untuk memperluas akses terhadap basis investor internasional, meningkatkan visibilitas global, serta mendukung fleksibilitas Perseroan dalam mengakses pasar modal global di masa mendatang. 

        Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Perseroan dan para pemegang saham melalui potensi peningkatan likuiditas saham dan diversifikasi basis investor. 

        "Dalam menentukan bursa tujuan, Perseroan mempertimbangkan beberapa faktor utama, antara lain tingkat likuiditas pasar yang tinggi serta kedekatan geografis dengan Indonesia," kata Ahmad. 

        Perseroan sudah memiliki beberapa alternatif skema pencatatan, termasuk melalui mekanisme HMETD serta bentuk lainnya. "Namun demikian, struktur dan mekanisme pelaksanaan secara rinci belum dapat disampaikan kepada publik mengingat informasinya masih bersifat rahasia," ujar Ahmad. 

        Perseroan saat ini telah menyelesaikan sebagian besar tahapan persiapan, termasuk proses penyusunan dokumen yang dibutuhkan. Perseroan memperkirakan pelaksanaan pencatatan saham ini akan dilakukan pada kuartal II tahun 2026.

        Perseroan berharap rencana pencatatan saham di bursa luar negeri tersebut dapat memperkuat struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan Perseroan ke depannya. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memperluas basis investor Perseroan, khususnya dari investor internasional. 

        Baca Juga: MNC Digital (MSIN) Kantongi Laba Rp985 Miliar pada 2025, Melejit 140%

        Baca Juga: Pendapatan MNC Kapital (BCAP) Tembus Rp3,8 Triliun di 2025, Laba Loncat 130%

        Di sisi lain, Perseroan memahami bahwa rencana pencatatan saham di bursa luar negeri dapat menghadirkan beberapa risiko, antara lain terkait pemenuhan ketentuan regulasi dan standar kepatuhan pada bursa yang bersangkutan, termasuk kewajiban keterbukaan informasi dan persyaratan tata kelola yang berlaku.

        Selain itu, terdapat pula potensi implikasi terhadap pemegang saham eksisting, seperti perubahan dinamika perdagangan saham dan struktur kepemilikan. 

        "Perseroan akan terus melakukan kajian serta berkoordinasi dengan para penasihat dan pihak terkait guna memastikan bahwa pelaksanaan rencana tersebut tetap sejalan dengan peraturan yang berlaku serta memperhatikan kepentingan seluruh pemegang saham," tambah Ahmad. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: