Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Klaim Aset RI Tembus 1.000 Miliar Dolar, Salip Arab Saudi hingga Qatar

Prabowo Klaim Aset RI Tembus 1.000 Miliar Dolar, Salip Arab Saudi hingga Qatar Kredit Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia melalui Danantara kini telah memiliki dana kedaulatan atau sovereign wealth fund dengan nilai aset kelolaan mencapai 1.000 miliar dolar AS. Menurutnya, posisi tersebut bahkan sudah masuk jajaran pengelola aset terbesar dunia.

"Kita punya sekarang dana kedaulatan, sovereign wealth fund, dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia, aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar, aset yang kita kelola," kata Prabowo saat peresmian 1.061 koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Minggu (17/5).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut posisi Indonesia saat ini bahkan berada di peringkat kelima dalam daftar negara dengan pengelolaan sovereign wealth fund terbesar. Ia membandingkan perkembangan Danantara dengan sejumlah dana investasi milik negara lain yang telah berdiri jauh lebih lama.

Menurutnya, dana investasi milik Abu Dhabi sudah dibentuk sejak 1976, sementara China memiliki China Investment Corporation (CIC) sejak 1997 dan 2007. Adapun Norwegia yang kini dikenal memiliki sovereign wealth fund terbesar dunia mulai membangun sistemnya sejak 1990.

Baca Juga: Heboh Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo Bereaksi Santai: Indonesia Masih Oke

"Saudara-saudara, kita sekarang kelima, kalau di sini kita kelima terbesar di dunia, baru dibentuk tahun 2025. Abu Dhabi bentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norwey 1990, Norwey yang paling besar, negara sangat kecil, tabungannya sangat besar," ungkapnya.

Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia kini bahkan berada di atas sejumlah negara kaya di Timur Tengah maupun Asia Tenggara dalam pengelolaan aset investasi negara.

"Kita bahkan di atas Qatar, di atas Saudi Arabia, juga di atas Singapura," imbuhnya.

Meski demikian, Prabowo meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai hasil pembangunan Danantara dalam waktu singkat. Ia menilai manfaat besar dari pengelolaan aset negara baru akan benar-benar terlihat dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

Baca Juga: Prabowo Murka Pejabat Dekatnya Nyuri Uang Rakyat: Apa yang Harus Saya Buat?

"Jadi boleh juga ini negara kita, kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat, pada saat itu saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 2025, 2026 ini. Jangan sekarang, nanti 20 tahun lagi, saudara nilai apa yang kita buat hari ini, yang kita buat adalah hal-hal mendasar," ujar Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri