Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tempe RI Tembus Chile, Dibidik Jadi Produk Global di Amerika Latin

        Tempe RI Tembus Chile, Dibidik Jadi Produk Global di Amerika Latin Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekspansi produk pangan Indonesia ke pasar global kembali menunjukkan perkembangan baru setelah tempe mulai menembus pasar Amerika Latin. Chile dipilih sebagai pintu masuk awal untuk memperluas distribusi ke kawasan yang lebih luas.

        Nilai kerja sama yang tercapai mencapai sekitar 125 ribu dolar AS atau setara Rp2,1 miliar. Kesepakatan ini menandai langkah awal komersialisasi tempe Indonesia di pasar luar kawasan Asia.

        Kerja sama tersebut melibatkan PT Azaki Food International dari Indonesia dengan perusahaan Chile, OM SpA. Penandatanganan dilakukan di kantor Indonesia Trade Promotion Center di Santiago sebagai bagian dari upaya diplomasi dagang.

        Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyebut kesepakatan ini sebagai contoh konkret pemanfaatan perjanjian dagang Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement. Skema tersebut dinilai mampu membuka akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.

        Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha untuk menembus pasar global. Dukungan ini diharapkan memperluas jangkauan ekspor produk Indonesia.

        “Kementerian Perdagangan akan terus mendukung agar lebih banyak lagi pelaku usaha Indonesia berkembang di pasar global,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

        Masuknya tempe ke Chile tidak terlepas dari tren global yang semakin mengarah pada konsumsi makanan sehat. Produk berbasis nabati dan fermentasi kini mengalami peningkatan permintaan di berbagai negara.

        Data menunjukkan Chile mengimpor produk senilai lebih dari 8 miliar dolar AS setiap tahun. Kondisi ini membuka peluang besar bagi produk pangan Indonesia untuk ikut bersaing di pasar tersebut.

        Kepala ITPC Santiago Indah Fajarwati Bachter menyebut strategi awal akan difokuskan pada penguatan distribusi dan peningkatan visibilitas produk. Chile akan dijadikan titik masuk sebelum ekspansi ke negara lain di Amerika Latin.

        “Untuk tahap awal, fokusnya adalah memperkuat distribusi di Chile sebagai pintu masuk, sebelum memperluas jangkauan ke kawasan Amerika Latin,” katanya.

        Selain distribusi, kerja sama ini juga mencakup pengelolaan merek dan promosi pasar. Aspek regulasi impor dan penguatan jaringan bisnis lokal turut menjadi bagian dari strategi jangka menengah.

        Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid menilai langkah ini berpotensi membuka jalan bagi produk lain. Ia mendorong pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan peluang ekspor ke Chile.

        Baca Juga: Ekspor Nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat Tumbuh 5,97 Persen

        “Kami mengajak pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor ke Chile dengan cara menghubungi ITPC Santiago,” ujarnya.

        Secara keseluruhan, perdagangan Indonesia dengan Chile menunjukkan tren positif. Pada 2025, total perdagangan mencapai 535,5 juta dolar AS dengan posisi surplus di pihak Indonesia.

        Dukungan kebijakan dan tren pasar global, tempe kini tidak lagi sekadar produk lokal. Komoditas ini mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi ekspansi pangan Indonesia ke pasar internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: