Kredit Foto: Kementerian Keuangan
Robert Leonard Marbun resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkau) oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (27/3/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Mezzanine Kemenkeu tersebut menandai kesinambungan kepemimpinan di jajaran eselon I. Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pergantian ini bukan sekadar peralihan jabatan, melainkan upaya menjaga kualitas dan konsistensi kinerja institusi.
“Jadi ini bukan mulai dari nol, tapi melanjutkan dengan kapasitas yang sudah terbentuk,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenkeu, Kamis (2/4).
Menkeu juga mengingatkan bahwa di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, dinamika geopolitik, serta fluktuasi harga komoditas, Kementerian Keuangan harus tetap tenang dan konsisten dalam menjalankan kebijakan. “Kita pegang prinsip disiplin fiskal, kredibilitas APBN. Itu yang kita pegang mati-matian selama ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menteri Keuangan menekankan bahwa Kemenkeu memiliki peran strategis dalam menjaga arah perekonomian nasional. APBN tidak hanya berfungsi sebagai shock absorber, tetapi juga sebagai engine, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara seimbang dan terintegrasi.
Dalam konteks tersebut, peran Sesjen ke depannya menjadi sangat penting sebagai inti penggerak organisasi. Sesjen berperan sebagai orkestrator yang dapat memastikan semua unit sinkron, penggerak transformasi organisasi, penjaga keberlanjutan reformasi, integrator kebijakan pimpinan, serta pengelola sumber daya manusia dan budaya organisasi.
Robert Leonard Figur Tepat Dampingi Purbaya
Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai Robert Leonard Marbun merupakan sosok yang tepat untuk mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Saya tidak meragukan kemampuan Pak Robert dengan segala pengalaman beliau di Kemenkeu maupun di BKPM," ungkapnya, dikutip dari Antara.
Robert Leonard memiliki latar belakang yang kuat di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Ia dikenal sebagai tokoh akademik sekaligus praktisi dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan fiskal dan hubungan kelembagaan.
Kariernya dimulai pada 2011 sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pada 2016, ia dipercaya menjabat Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.
Kemudian, pada 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengangkat Robert sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu. Ia juga pernah menjabat Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2024.
Baca Juga: Harga BBM Tak Naik, Purbaya Kucurkan Anggaran Tambahan Rp100 Triliun
Baca Juga: BBM Nonsubsidi Batal Naik, Purbaya Ungkap Pertamina yang Tanggung Selisih Harga
Menurut Nailul Huda, Robert lebih tepat berperan dalam memperkuat internal Kemenkeu, khususnya dalam perbaikan tata kelola ASN.
"Dengan kedudukan sebagai Sekjen, saya tidak melihat peran dia dalam penyelesaian tantangan geopolitik. Peran dari Sekjen Kemenkeu kan lebih banyak di internal bukan ke eksternal," kata dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: