Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Plastik Naik Drastis, Pedagang Ikut Terdampak

        Harga Plastik Naik Drastis, Pedagang Ikut Terdampak Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lonjakan harga plastik di Indonesia dipicu gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah, membuat industri dalam negeri tertekan hingga pedagang kecil ikut merasakan dampaknya.

        Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas) Fajar Budiono, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini berkaitan langsung dengan terganggunya distribusi bahan baku utama plastik, yaitu nafta, yang merupakan turunan minyak bumi.

        “Sekarang akibat perang kan terus yang pertama Selat Hormuz kan ketutup sehingga bahan baku berupa nafta yang 70 persen itu datangnya dari Middle East jadi tidak bisa terkirim ke para industri petrokimia,” kata Fajar dikutip di Jakarta, (4/4/2026).

        Ketergantungan global terhadap kawasan Timur Tengah membuat dampak konflik langsung terasa hingga ke Indonesia.

        Tidak hanya jalur distribusi yang terganggu, sejumlah kilang minyak di kawasan Teluk juga terdampak serangan, sehingga memperparah keterbatasan pasokan.

        Kenaikan harga plastik sendiri tidak terjadi seketika. Meski konflik sudah berlangsung sejak akhir Februari 2026, dampaknya baru terasa pada awal Maret, seiring stok bahan baku yang mulai menipis dan permintaan meningkat menjelang Lebaran.

        Fajar mengungkapkan perubahan pola bisnis mulai terlihat setelah periode libur panjang.

        “Sekarang kejadian nih pas begitu kita mulai buka pasar orang-orang sudah mulai belanja sementara bahan baku yang selama ini dibeli itu sudah mulai berubah,” kata Fajar.

        Di tengah tekanan tersebut, industri plastik nasional kini berada dalam kondisi bertahan. Produksi ditekan agar tetap efisien dan tidak merugi.

        “Jangan sampai nanti ke standby mode. Kalau standby mode itu sudah kita harus mesin hidup, tapi tidak jalan. Nah, kita masih di survival mode sekarang,” tuturnya.

        Dampak kenaikan ini juga merembet ke sektor hilir, termasuk pedagang kecil. Harga plastik kresek di pasaran ikut melonjak, meningkatkan biaya operasional.

        Baca Juga: Lewat Diplomasi Maritim, Wamen UMKM Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

        Baca Juga: Akhir Pekan, Harga Emas Antam Mandek di Level Rp2.857.000 per Gram

        Kenaikan harga plastik berdampak luas karena material ini digunakan di berbagai sektor, mulai dari produksi hingga pengemasan.

        Akibatnya, harga berbagai produk berbahan plastik ikut terdongkrak, sementara daya beli pelaku usaha kecil semakin tertekan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: