Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rusia Kembali Evakuasi Ratusan Staf dari Pembangkit Listrik Nuklir di Bushehr Iran

        Rusia Kembali Evakuasi Ratusan Staf dari Pembangkit Listrik Nuklir di Bushehr Iran Kredit Foto: Unsplash/Johannes Plenio
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan Nuklir Rusia, Rosatom mengevakuasi tambahan stafnya dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dari Bushehr di Iran. Evakuasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan sejak pecahnya konflik dari Teheran, Israel dan Amerika Serikat.

        Kepala Rosatom, Alexei Likhachev menyebut situasi sekitar lokasi berkembang menuju skenario terburuk menyusul meningkatnya risiko keamanan di sekitar fasilitas nuklir tersebut.

        Baca Juga: Dengan Syarat, Iran Siap Izinkan Kapal Barang Esensial Melintasi di Selat Hormuz

        Badan Energi Atom Internasional, International Atomic Energy Agency, sebelumnya melaporkan bahwa seorang petugas perlindungan fisik di fasilitas tersebut tewas akibat serpihan proyektil. Korban tewas dalam insiden tersebut diketahui merupakan warga negara dari Iran.

        Selain itu, sebuah bangunan di areaterkait juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gelombang kejut dan pecahan material dari serangan.

        Rosatom menyatakan telah melaporkan perkembangan situasi dalam pembangkit listrik tenaga nuklir terkait kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

        Evakuasi ini menambah kekhawatiran global terkait keselamatan fasilitas nuklir di tengah konflik bersenjata. Bushehr merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir aktif di Iran. Ia menjadi infrastruktur vital bagi pasokan energi negara tersebut.

        Meningkatnya ketegangan di sekitar fasilitas nuklir berpotensi memicu risiko yang lebih luas, termasuk dampak lingkungan dan keamanan regional.

        Sebelumnya, Rusia khawatir terkait dengan serangan terhadap fasilitas sekitar wilayah dari Iran Bushehr Nuclear Power Plant. Moskow memperingatkan bahwa insiden tersebut dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan nuklir dalam kawasan dari Timur Tengah.

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova meminta agar adanya penghentian serangan terhadap fasilitas nuklir oleh Israel dan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa kondisi sekitar fasilitas juga terus memburuk seiring meningkatnya intensitas serangan.

        Baca Juga: Iran Ungkap Cara Tembak Jet Tempur Amerika Serikat

        Ia juga berharap dunia bisa menyampaikan pesan tegas kepada pihak yang melakukan serangan agar menghentikan tindakan tersebut karena dapat membahayakan kawasan dari Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: