Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Siapkan Investasi Besar, Limbah Minyak Goreng Disulap Jadi Avtur

        Prabowo Siapkan Investasi Besar, Limbah Minyak Goreng Disulap Jadi Avtur Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemanfaatan limbah sebagai sumber energi mulai menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global. Langkah ini tidak hanya menekan ketergantungan impor, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap sumber daya domestik.

        Di tengah upaya tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan dalam skala besar untuk mengonversi berbagai bahan baku menjadi energi alternatif. Investasi yang disiapkan pun disebut akan berlangsung masif dalam waktu dekat.

        “Beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu,” kata Presiden Prabowo Subianto dikutip dari ANTARA. 

        Salah satu fokus utama pengembangan tersebut adalah produksi bahan bakar pesawat atau avtur dari sumber non-konvensional. Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena ketersediaan bahan baku yang melimpah.

        Bahan seperti kelapa sawit hingga minyak jelantah kini tidak lagi dipandang sebagai limbah semata. Pemerintah melihat potensi besar untuk mengolahnya menjadi energi bernilai tinggi.

        “Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur,” ujar Prabowo.

        Inisiatif ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan sumber daya domestik.

        Kebijakan tersebut juga berkaitan erat dengan situasi global yang sedang bergejolak akibat konflik di berbagai kawasan. Gangguan pasokan energi dunia justru dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat transisi energi nasional.

        Selain avtur, pemerintah juga mendorong pengembangan bahan bakar alternatif dari berbagai komoditas lokal. Pendekatan ini bertujuan memperluas sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

        “Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” ucap Prabowo.

        Diversifikasi ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

        Pemanfaatan sumber daya lokal tersebut menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam kebijakan energi. Komoditas yang sebelumnya hanya bernilai ekonomi dasar kini diolah menjadi produk strategis dengan nilai tambah tinggi.

        Di sisi lain, langkah ini juga memberikan dampak terhadap aspek lingkungan dan efisiensi ekonomi. Pengolahan limbah seperti minyak jelantah tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menciptakan sumber energi baru.

        Baca Juga: Singgung Soal Indonesia Gelap, Prabowo: Matanya yang Buram

        Pemerintah menilai Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menjalankan strategi tersebut. Ketersediaan sumber daya alam menjadi faktor utama yang mendukung ketahanan energi nasional.

        “Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat,” kata Prabowo.

        Pengembangan avtur dari sawit dan limbah bukan sekadar inovasi, tetapi bagian dari transformasi besar dalam kebijakan energi. Langkah ini membuka peluang bagi Indonesia untuk lebih mandiri sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: