Kredit Foto: Cita Auliana
Danantara melalui anak usahanya, Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), mengumumkan bakal segera memulai konstruksi fisik (groundbreaking) fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di tiga lokasi utama, pada akhir Juni 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah menangani kondisi darurat sampah nasional.
Tiga lokasi yang masuk dalam pengerjaan tahap pertama (batch 1) ini meliputi wilayah Bali (Denpasar), Bekasi, dan Bogor.
Ketiga lokasi tersebut telah memasuki tahap persiapan dan pematangan lahan.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management Fadli Rahman menjelaskan, proses pembangunan ini berjalan lebih cepat dibandingkan rencana-rencana sebelumnya.
"Jadi di ketiga lokasi ini sudah dimulai persiapan pembangunannya, dan akhir Juni nanti konstruksi akan dimulai," ujar Fadli Rahman dalam Coffee Afternoon, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Fadli menambahkan, nilai investasi untuk masing-masing proyek di tiga lokasi tersebut berkisar antara Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun.
Terkait skema pendanaan, proyek ini menggunakan kombinasi utang dan modal (mix debt-to-equity) dengan porsi utang sebesar 70 persen, yang berasal dari penanaman modal asing (Foreign Direct Investment).
Struktur kepemilikannya terdiri dari 70 persen partner strategis dan 30 persen Danantara.
Dari sisi operasional, PSEL ini menggunakan teknologi air pollutant controlled incinerators dengan suhu pembakaran di atas 850 derajat Celsius, untuk memastikan zat berbahaya seperti dioksin terurai sempurna.
Fadli menjamin emisi yang dihasilkan akan sangat aman bagi lingkungan.
"Standar udara yang keluar dari PSEL kita itu justru di atasnya (standar Eropa), bahkan ada yang sampai dua kali lipat lebih baik," ungkap Fadli.
Sementara, MD Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas menekankan, proyek ini merupakan lompatan besar bagi budaya pengelolaan sampah di tanah air.
Selama ini, 50 persen sampah di Indonesia masih berakhir di jalanan dan sungai, karena kendala iuran pengangkutan sampah.
"Kita adalah masyarakat yang baru pertama kali, masyarakat keseluruhan ya, baru pertama kali mengurusi sampahnya menjadi proper."
"Inilah yang dilakukan oleh Danantara untuk memulai sampah itu masalah serius sekarang-sekarang ini," tutur Rohan.
Rohan juga menjelaskan, PSEL tidak hanya bertujuan menghasilkan listrik, tetapi lebih kepada perbaikan ekologi.
Jika 33 pabrik PSEL di ibu kota provinsi telah berjalan, sebanyak 400.000 ton sampah per tahun dapat diolah, mengurangi emisi gas CO2 sebesar 360.000 ton, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 130.000 orang.
Baca Juga: Menteri LH Percepat PSEL, Ubah Timbulan Sampah Jadi Energi Bersih
Setelah pengerjaan di Bali, Bekasi, dan Bogor dimulai, Danantara berencana melanjutkan pengembangan proyek tahap kedua di 25 kota lainnya.
Targetnya, unit pertama dari proyek ini dapat mulai beroperasi (Commercial Operation Date/COD) pada akhir 2027 atau awal 2028. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: