Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Garap PSEL, Danantara Bentuk Perusahaan Baru 'Daya Energi Bersih Nusantara'

        Garap PSEL, Danantara Bentuk Perusahaan Baru 'Daya Energi Bersih Nusantara' Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Danantara Investment Management (DIM) membentuk entitas baru, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), untuk mengonsolidasikan strategi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

        Langkah korporasi ini diambil guna mengawal investasi jumbo yang diestimasikan mencapai Rp2,8 triliun per lokasi.

        Direktur Investasi Danantara Investment Management Fadli Rahman menjelaskan, pembentukan perusahaan ini merupakan komitmen jangka panjang dalam pengelolaan sampah terintegrasi.

        “Dibentuk oleh Danantara Investasi Manajemen pada 1 April 2026 kemarin, yang memiliki fokus menjalankan program PSEL, gitu."

        "Dan nanti Danantara Daya Energi Bersih Nusantara inilah, atau kami singkat Denera, yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL di bawah Danantara Investasi,” ungkap Fadli dalam Coffee Afternoon, di Wisma Danantara, Kamis (9/4/2026).

        Dalam menggarap proyek ini, Danantara menerapkan skema kemitraan strategis dengan pembagian kepemilikan saham yang jelas.

        Fadli mengatakan, pendanaan juga akan melibatkan Foreign Direct Investmen (FDI) dengan struktur pembiayaan campuran.

        "Struktur kepemilikannya (proyek) itu 70% partner kami, 30% kami di Danantara Daya Energi Bersih Nusantara."

        "Dan dari masing-masing kita akan memiliki satu SPV atau BUPP gitu ya kalau sebutan di Perpres-nya."

        "Pendanaannya mix debt-to-equity, jadi tidak full equity, debt-nya porsinya cukup besar sekitar 70%."

        "Dan ini tentu ini adalah Foreign Direct Investment, tentunya jadi penanaman modal asing ke Indonesia yang bagus untuk iklim investasi di Indonesia gitu ya," jelas Fadli.

        Mengenai nilai investasi, Fadli menyebut angka yang cukup signifikan untuk memastikan kelangsungan proyek.

        “Jadi investasi-nya berkisar antara Rp2,5 sampai Rp2,8 triliun, karena kapasitasnya cukup besar di beberapa lokasi yang mencapai Rp2,8 triliun,” tuturnya.

        MD Stakeholder Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas menekankan pentingnya skala ekonomi dalam proyek PSEL ini.

        Menurutnya, batas minimal kapasitas sampah harian menjadi syarat mutlak efisiensi pabrik.

        “Di bawah 1.000 ton tidak efisien untuk membuat sebuah pabrik, dijual 18 sampai 20 dolar sen per kwh dan seterusnya, bottom line-nya, skala ekonomi-nya tidak dapet,” ulas Rohan.

        Secara makro, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa dalam jangka panjang.

        Fadli memaparkan hasil kajian konsultan independen mengenai nilai manfaat dari WTE, berdampak secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat.

        “Dari membangun satu program waste to energy dengan skala hanya 1.000 ton per hari itu bisa mencapai Rp14 triliun teman-teman semua, dalam jangka waktu 30 tahun, Rp14 triliun,” papar Fadli.

        Keamanan Teknologi

        Fadli memaparkan, perbedaan utama antara PSEL Danantara dengan insinerasi biasa adalah pada kesempurnaan pembakarannya.

        PSEL menggunakan suhu di atas 850 derajat Celcius, yang secara teknis mampu mengurai dioksin, sehingga zat berbahaya tersebut tidak terbentuk.

        Selain itu, asap hasil pembakaran melewati proses penyaringan berkali-kali sebelum dibiarkan ke udara.

        Baca Juga: Menteri LH Percepat PSEL, Ubah Timbulan Sampah Jadi Energi Bersih

        Fadli mengeklaim standar emisi yang dihasilkan bahkan lebih tinggi dari standar nasional (SNI) dan melampaui standar Eropa.

        Saat ini, tiga lokasi pertama yaitu Bali, Bekasi, dan Bogor telah memulai persiapan pembangunan, dengan target konstruksi dimulai pada akhir Juni 2026 mendatang. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: