Tak Hanya Digempur Rusia, Musim Semi-Panas Akan Berat bagi Ukraina
Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Ukraina diancam dengan fase sulit dalam perangnya dengan Rusia. Hal ini menyusul tekanan secara militer dan diplomatik yang tengah berlangsung maupun akan datang terhadap negara tersebut setidaknya hingga September.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa periode musim semi hingga musim panas akan menjadi fase sulit bagi negaranya, baik secara militer maupun diplomatik dalam menghadapi Rusia.
Baca Juga: Ekonomi Dunia Bergejolak, Rusia Salahkan Trump: Konsekuensi Serangan Amerika Serikat ke Iran
“Periode musim semi-musim panas ini akan cukup sulit secara politik dan diplomatik. Mungkin akan ada tekanan pada Ukraina. Akan ada juga tekanan di medan perang. Saya yakin akan sangat sulit bagi kita hingga September,” kata Zelenskiy.
Zelensky mengungkapkan bahwa sejumlah mitra internasional meminta pihaknya mengurangi serangan terhadap fasilitas minyak dari Rusia. Permintaan ini muncul karena lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Meski ada tekanan, pihaknya terus meningkatkan serangan terhadap sektor energi dari Rusia. Serangan terbaru dari pihaknya diketahui menargetkan fasilitas ekspor utama di Ust-Luga dan Primorsk.
Zelensky menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas serangan Rusia terhadap infrastruktur energi negaranya. Ia menyatakan bahwa eskalasi dapat dihentikan jika Rusia menghentikan serangan terlebih dahulu.
“Rusia sekarang memiliki masalah besar dengan beberapa fasilitas mereka. Setelah serangan apa pun terhadap sektor energi kita, kita akan merespons dan itu sepenuhnya adil. Jika Rusia ingin ini berhenti, mereka harus menghentikan serangan mereka, dan kemudian kita akan bertindak sesuai dengan itu,” kata Zelenskiy.
Zelensky juga berharap adanya dukungan baru dari Amerika Serikat. Ia mengatakan negara tersebut harus kembali memberlakukan sanksi penuh terhadap minyak dari Rusia. Washington diketahui memberikan kelonggaran sementara selama 30 hari untuk menjaga stabilitas pasar energi global.
Zelensky mengakui bahwa proses diplomasi belum menunjukkan kemajuan signifikan. Amerika Serikat menurutnya saat ini tidak terlalu fokus pada upaya perdamaian negaranya karena dinamika global lainnya, khususnya di Timur Tengah.
Ukraina sendiri mendorong pembicaraan trilateral dengan Rusia. Zelensky mengatakan bahwa hal tersebut tiga bulan ke depan sebagai langkah deeskalasi. Namun, perbedaan posisi terkait wilayah masih menjadi hambatan utama.
“Jika Rusia ingin mengurangi ketegangan, pembicaraan trilateral tentang bagaimana mengakhiri perang secara diplomatik harus dilakukan selama tiga bulan ke depan,” kata Zelenskiy.
Pertempuran terus berlangsung di sepanjang garis depan sepanjang lebih dari 1.200 kilometer. Rusia dan Ukraina juga meningkatkan penggunaan drone untuk menyerang target jauh dari garis pertempuran.
Baca Juga: Trump Mau Tarik Pasukan Amerika Serikat di Eropa: Gegara Soal Iran dan Greenland
Perang Ukraina kini semakin terhubung dengan dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah. Hal ini membuat tekanan terhadap mereka tidak hanya datang dari medan perang, tetapi juga dari kepentingan ekonomi dan politik internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: