Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berpeluang turun apabila harga minyak dunia mengalami penurunan.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga energi global. Karena itu, perubahan harga minyak mentah dunia dapat berdampak pada harga Pertamax di dalam negeri.
"Ya, sangat mungkin. Jadi kalau misalnya harga minyak dunia turun, tentu harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax juga bisa turun," kata Dwi dalam konferensi pers pemerintah, Selasa (17/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tingginya harga Pertamax yang saat ini mencapai Rp16.250 per liter. Harga tersebut naik Rp3.950 per liter atau sekitar 32% dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp12.300 per liter yang berlaku hingga awal Juni 2026. Penyesuaian harga mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Meski membuka peluang penurunan harga Pertamax, Dwi memastikan tidak ada perubahan untuk BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah.
"Untuk Pertalite dan Solar yang disubsidi pemerintah, sampai saat ini tidak ada perubahan. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, DPR Desak Pertamina Segera Turunkan Harga Pertamax
Baca Juga: Driver Ojol Khawatirkan Kenaikan Harga Pertamax Bakal Pengaruhi Loyalitas Pelanggan
Menurut dia, pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global guna mengantisipasi dampaknya terhadap kondisi energi nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga sekaligus menjaga stabilitas pasokan bagi masyarakat.
Pemerintah sebelumnya juga menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan energi nasional melalui berbagai langkah, termasuk diversifikasi sumber pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: