Kredit Foto: Istimewa
Kenaikan harga plastik belakangan ini dinilai bisa menjadi momentum positif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan sulit terurai tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong warga dan pemerintah untuk segera berinovasi mencari alternatif pengganti plastik.
"Kebutuhan plastik ini pelan-pelan harus dikurangi dan harus ada inovasi," kata Pramono di Jakarta, Minggu.
Pramono menegaskan, kebijakan harga maupun penanganan lonjakan harga plastik pada dasarnya adalah kewenangan pemerintah pusat, bukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Meski begitu, ia mengajak masyarakat melihat situasi ini sebagai peluang emas untuk mulai mengubah kebiasaan sehari-hari.
Salah satu solusi praktis yang ia tawarkan adalah kembali mengadopsi cara-cara tradisional dalam membungkus barang atau makanan.
"Kalau kondisinya seperti ini (harga naik), tentu akan menjadi beban masyarakat. Maka, kita bisa kembali ke cara tradisional, seperti menggunakan daun pisang dan bahan-bahan alami lainnya," ujarnya.
Langkah tersebut, menurut Pramono, memiliki manfaat ganda. Selain menjadi jalan keluar yang ekonomis di tengah mahalnya harga plastik, penggunaan bahan alami juga akan sangat berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.
Kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir memang cukup signifikan dan menjadi sorotan, terutama bagi sektor ritel dan UMKM. Lonjakan ini pada dasarnya adalah imbas langsung dari kondisi pasar energi global yang sedang bergejolak.
Di tingkat konsumen akhir (pedagang pasar, UMKM, ritel), dampaknya sangat terasa. Harga produk jadi dilaporkan mengalami kenaikan rata-rata sekitar 15%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: