Kredit Foto: Truth Social
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin menghapus sebuah gambar di media sosial yang tampak menggambarkannya sebagai sosok Yesus.
Langkah ini diambil menyusul adanya kecaman keras dari para pemuka agama yang menilainya telah melakukan penistaan.
Gambar yang diunggah di platform Truth Social milik Trump tersebut memperlihatkan dirinya mengenakan jubah merah putih yang menjuntai, tengah menyentuh dahi seorang pria yang tampak sedang sakit.
Dalam gambar itu, pancaran cahaya terlihat keluar dari tangan dan kepalanya. Bendera Amerika Serikat tampak berkibar di latar belakang, sementara sejumlah tokoh menatap sang presiden dengan penuh takzim.
Gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) tersebut awalnya diunggah pada Minggu malam sebelum akhirnya dihapus pada hari Senin.
Saat dimintai keterangan terkait unggahan tersebut, Trump membantah bahwa ia berusaha meniru sosok Yesus Kristus.
"Saya memang mengunggahnya, dan saya pikir itu adalah gambar saya sebagai seorang dokter dan ada hubungannya dengan Palang Merah," ujarnya kepada wartawan.
"Gambar itu seharusnya merepresentasikan saya sebagai dokter yang menyembuhkan orang. Dan saya memang membuat keadaan orang menjadi lebih baik. Saya membuat orang-orang menjadi jauh lebih baik."
Meski demikian, unggahan tersebut kadung memicu reaksi keras dari sejumlah tokoh Kristen konservatif terkemuka yang selama ini menjadi basis pendukung utama Trump.
"Saya tidak tahu apakah Presiden bermaksud melucu, atau apakah ia berada di bawah pengaruh zat tertentu, atau apa penjelasan yang mungkin ia miliki atas penistaan yang SANGAT KETERLALUAN ini," kecam Megan Basham, jurnalis dan komentator konservatif, melalui platform X. "Ia harus segera menurunkannya dan meminta maaf kepada rakyat Amerika, dan kemudian kepada Tuhan."
Ini bukan kali pertama Trump menggunakan citra religius dalam unggahannya. Selama persidangan kasus penipuan bank pada tahun 2023, ia membagikan sebuah sketsa dari seorang pendukung yang memperlihatkan dirinya duduk berdampingan dengan Yesus di ruang sidang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: