'Kesepakatan Besar Tercapai', Trump Akhirnya Bikin Iran Menyerah Soal Nuklir?
Kredit Foto: Istimewa
Ketegangan yang selama berbulan-bulan memanaskan Timur Tengah tiba-tiba memasuki babak yang mengejutkan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa sebuah kesepakatan besar dengan Iran telah berhasil dicapai dan disebut berpotensi menjadi titik balik dari konflik yang mengguncang kawasan tersebut.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian dunia karena muncul setelah rangkaian serangan militer, ancaman perang, hingga lonjakan harga energi global yang dipicu konflik antara Washington dan Teheran.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebut proses negosiasi telah menghasilkan terobosan penting yang selama ini menjadi target utama Amerika Serikat.
"Kita baru saja mencapai kesepakatan besar dalam perang dengan Iran," katanya pada Kamis (11/6/2026), dikutip dari BBC.
Trump menegaskan bahwa inti dari kesepakatan tersebut adalah jaminan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
"Kita telah mencapai kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, yang merupakan tujuan utama dari semua yang harus kita lalui untuk mencapai ini. Jadi, ini adalah hal yang sangat besar."
Baca Juga: 'Mereka Mengecewakan Kami,' Amerika Serikat Ditipu Terang-terangan Militan Kurdi dalam Perang Iran
Menurut Trump, dokumen kesepakatan saat ini sudah berada dalam tahap akhir dan tinggal menunggu penyelesaian administratif sebelum ditandatangani secara resmi.
"Mungkin akan ada penandatanganan, mungkin di Eropa setelah dokumen-dokumen tersebut diselesaikan, dan itu seharusnya dilakukan dengan cukup cepat."
Ia bahkan menyebut proses finalisasi berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin penting telah disepakati.
"Dokumen-dokumen tersebut sudah dalam bentuk yang cukup final jadi kita lihat saja nanti."
Trump juga mengatakan, "Selat Hormuz akan dibuka "segera setelah kita menandatanganinya."
Trump mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia dan kawasan terkait perkembangan tersebut. Ia menyebut dukungan datang dari berbagai negara Timur Tengah, termasuk para sekutu utama Amerika Serikat.
"Seluruh Timur Tengah sangat gembira."
Baca Juga: Diakui Trump, Amerika Mau Ambil Alih Wilayah Iran Demi Jadi Raja Migas Dunia
Sebelum mengumumkan terobosan itu, Trump juga diketahui membatalkan rencana serangan militer lanjutan terhadap Iran. Keputusan tersebut diambil setelah negosiasi disebut mencapai kemajuan signifikan dan mendapat persetujuan dari tingkat kepemimpinan tertinggi Iran.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena terjadi setelah konflik panjang yang meletus sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Konflik tersebut memicu aksi balasan yang mengguncang kawasan Teluk, mengganggu jalur perdagangan global, dan membuat harga energi dunia melonjak tajam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: