Kredit Foto: Youtube BEI
Emiten Sugianto Kusuma alias Aguan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) memasang target marketing sales sebesar Rp563 miliar pada 2026, atau tumbuh sekitar 31% secara tahunan (YoY). Target ini disusun dengan pendekatan yang tetap selektif dan adaptif di tengah dinamika pasar properti.
Strategi penjualan Perseroan masih bertumpu pada kaveling tanah komersial sebagai kontributor utama. Sementara itu, produk residensial dan komersial seperti ruko, rukan, hingga SOHO tetap menjadi penopang kinerja, mencerminkan fokus CBDK dalam memaksimalkan monetisasi kawasan CBD PIK2.
“Target marketing sales tahun 2026 mencerminkan fokus kami dalam mengoptimalkan monetisasi kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2. Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis ebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan,” ujar Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo.
Minat investor terhadap kaveling komersial dinilai tetap tinggi, seiring berkembangnya aktivitas ekonomi di kawasan CBD PIK2. Di sisi lain, permintaan residensial juga menunjukkan tren positif, didorong oleh kawasan PIK2 yang semakin matang dan hidup. Ekosistem bisnis yang berkembang turut menjaga permintaan produk komersial tetap solid.
Optimisme jangka panjang CBDK didukung oleh land bank yang luas serta perencanaan kawasan yang terstruktur. Posisi Perseroan sebagai pengembang utama distrik bisnis di PIK2 juga menjadi keunggulan dalam menangkap peluang pertumbuhan.
Katalis tambahan datang dari penguatan infrastruktur dan fasilitas kawasan. Kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang telah beroperasi menjadi salah satu pendorong utama aktivitas MICE dan peningkatan traffic di kawasan.
”Dengan telah beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, kami terus mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan NICE PIK2," terang Steven.
Selain itu, konektivitas kawasan semakin diperkuat melalui Tol KATARAJA yang meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik PIK2 sebagai pusat bisnis baru.
Baca Juga: PIK2 (PANI) Pasang Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun pada 2026
Tak hanya itu, Perseroan juga menargetkan proyek hotel baru, yakni Hilton PIK2, mulai beroperasi tahun depan. Kehadiran NICE dan Hilton PIK2 diproyeksikan menjadi sumber pendapatan berulang yang signifikan.
"Dengan beroperasinya NICE dan Hilton PIK2 ini akan mendorong peningkatan aktivitas bisnis dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2 secara keseluruhan, seiring dengan terbentuknya ekosistem yang semakin matang dan terintegrasi sebagai destinasi bisnis nasional bahkan berskala internasional," tutup Steven.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: