Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amien Rais: Solo Punya Target Politik Tunggal, Yakni Gagalkan Pemerintahan Prabowo

Amien Rais: Solo Punya Target Politik Tunggal, Yakni Gagalkan Pemerintahan Prabowo Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais kembali memberikan wejangannya untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti komposisi kabinet serta sejumlah pejabat strategis yang menurutnya perlu segera dievaluasi untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai agenda Presiden.

Amien mengatakan bahwa presiden harus waspada dengan keberadaan sejumlah menteri yang memiliki keterkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, sejumlah menteri itu berpotensi tidak sepenuhnya mendukung Prabowo.

Baca Juga: Di Balik Maju-Mundur Dokter Tifa Hadapi Isu Ijazah Jokowi: Takut Dinyatakan Bersalah dan Dipenjara

"Ngomong-ngomong kapan separuh kabinet menteri-menteri yang sedang berusaha menggunting dalam lipatan segera reshuffle?" ungkap Amien, dikutip Rabu (19/8/2026).

Istilah “menggunting dalam lipatan” digunakannya untuk menggambarkan pihak yang menurutnya berada di dalam pemerintahan, tetapi justru berpotensi menghambat atau melemahkan Presiden dari internal.

Ia kemudian menyampaikan tudingan lebih jauh terhadap menteri-menteri yang disebutnya ditempatkan oleh Jokowi.

"Seluruh menteri yang ditanamkan Jokowi itu sunyam melawan Anda, menggunting dalam lipatan tadi," tuturnya.

Amien tidak berhenti pada persoalan kabinet. Ia juga mengaitkan kritiknya dengan kelompok politik yang disebutnya berasal dari Solo. Menurut Amien, kelompok tersebut dinilai memiliki agenda politik yang bertentangan dengan keberlangsungan pemerintahan Prabowo.

"Jadi Solo itu punya target politik tunggal yakni hancur dan gagalkan Pemerintahan Prabowo," tambahnya.

Ia menilai presiden perlu lebih waspada terhadap kemungkinan adanya kepentingan politik yang bekerja dari dalam pemerintahan. Oleh karenanya, ia mendorong presiden mengevaluasi sejumlah pejabat strategis negara.

Ia secara spesifik menyebut pimpinan tentara dan polisi sebagai bagian dari jajaran yang menurutnya perlu dipertimbangkan untuk diganti.

"Jadi sebelum terlambat copot Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit. Juga ganti Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto dan lain-lain," tegas Amien.

Menurut Amien, pergantian tersebut diperlukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerintahan Prabowo. Ia memandang presiden membutuhkan jajaran yang benar-benar sejalan dengan agenda politik dan pemerintahan yang sedang dijalankan.

Bagi Amien, Prabowo perlu memastikan seluruh unsur pemerintahan berada dalam satu garis kebijakan. Ia khawatir keberadaan pejabat yang dianggap memiliki kepentingan berbeda justru dapat menghambat jalannya pemerintahan.

Baca Juga: Gerindra Soroti Sikap Prabowo Rangkul Jokowi dan Gibran: Cerminan Etika Politik

Prabowo menurutnya tidak perlu menunggu situasi memburuk sebelum mengambil keputusan. Evaluasi, menurutnya, perlu dilakukan terhadap kabinet maupun pejabat strategis agar pemerintahan dapat bergerak lebih solid.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar