- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Agung Sedayu Jual Saham CBDK Rp281,8 Miliar, Kepemilikan Kini Kurang dari 1%
Kredit Foto: Ist
PT Agung Sedayu, salah satu pemegang saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), melakukan aksi divestasi saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan milik Sugianto Kusuma atau Aguan itu melepas total 52.930.020 saham CBDK melalui tiga transaksi yang berlangsung pada periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026.
Transaksi pertama terjadi pada 27 Februari 2026, ketika Agung Sedayu menjual 12.600.020 saham dengan harga Rp5.300 per lembar. Dari transaksi ini, perusahaan mengantongi dana sekitar Rp66,78 miliar.
Penjualan kembali dilakukan pada 3 Maret 2026 dengan jumlah yang lebih besar, yakni 35.680.000 saham pada harga Rp5.350 per lembar saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp190,88 miliar.
Baca Juga: Emiten Aguan (CBDK) Cetak Laba Rp1,36 Triliun di 2025, Melonjak 47%
Aksi divestasi berlanjut pada 5 Maret 2026 dengan penjualan 4.650.000 lembar saham pada harga Rp5.200 per saham. Transaksi terakhir ini menghasilkan dana sekitar Rp24,18 miliar.
Dari seluruh rangkaian transaksi tersebut, PT Agung Sedayu tercatat meraup dana sekitar Rp281,84 miliar. "Tujuan transaksi adalah divestasi untuk realisasi nilai investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung," kata manajemen.
Setelah aksi penjualan tersebut, kepemilikan langsung PT Agung Sedayu di saham CBDK mengalami penurunan signifikan. Porsinya menyusut dari sebelumnya 77.519.380 lembar saham atau setara 1,37% menjadi 24.589.360 lembar saham atau sekitar 0,43%.
Baca Juga: CBDK Bukukan Marketing Sales Rp430 Miliar Sepanjang 2025
Sebagai informasi tambahan, saham CBDK pada perdagangan Jumat (6/3) dibuka memerah ke level Rp5.050. Hingga sesi siang, sahamnya tercatat semakin melemah -3,84% ke Rp4.880. Dalam sepekan terakhir, turun -13,63% dan anjlok hingga -44,23% sepanjang tahun berjalan.
Dari sisi kinerja, CBDK berhasil mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,36 triliun pada 2025, melonjak 47,52% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp924,75 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan neto Perseroan tercatat Rp2,50 triliun, meningkat 11,32% dari Rp2,24 triliun pada tahun sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: