Pakai AI Bikin Cepat Pintar, tapi Bisa Turunkan Kemampuan Berpikir Mandiri
Kredit Foto: Red Hat
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) bisa meningkatkan kinerja secara instan.
Namun, studi terbaru menemukan ada “biaya tersembunyi” yang cukup serius, yaitu penurunan kemampuan berpikir mandiri dan ketekunan.
Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris ini dipublikasikan dalam paper berjudul AI Assistance Reduces Persistence and Hurts Independent Performance.
Studi ini menunjukkan, bantuan AI hanya efektif di awal, tetapi berdampak negatif dalam jangka panjang.
"Kami menemukan bantuan AI meningkatkan kinerja secara langsung, tetapi hal itu datang dengan biaya kognitif yang besar," tulis para peneliti.
Bahkan, dalam waktu singkat, pengguna sudah mulai bergantung pada teknologi tersebut.
Studi menemukan, hanya 10 menit menggunakan AI sudah cukup untuk memicu ketergantungan, yang kemudian berdampak pada penurunan performa saat tidak mengakses AI.
Dalam eksperimen, ratusan partisipan diminta menyelesaikan tugas berbasis penalaran seperti matematika dan pemahaman bacaan.
Eksperimen ini dibagi dalam 2 kelompok: kelompok pertama diberikan akses ke chatbot berbasis GPT-5 milik OpenAI, sementara kelompok kedua harus mengerjakan sendiri tanpa bantuan AI.
Di tengah ujian, akses kelompok AI diputus. Hasil eksperimen cukup mencolok.
Ketika akses AI dihentikan di tengah pengerjaan, kelompok pengguna AI mengalami penurunan drastis dalam jumlah jawaban benar.
Banyak dari mereka juga memilih menyerah dan berhenti mencoba.
Melansir dari Endgadget, seorang peneliti dari University of California Rachit Dubey menyoroti dampak ini pada aspek mental pengguna.
“Begitu AI diambil dari tangan manusia, itu bukan hanya manusia memberikan jawaban salah."
"Tetapi mereka juga tidak mau mencoba tanpa AI."
"Kegigihan manusia jadi menurun,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan, penggunaan AI yang terlalu cepat di sektor pendidikan bisa berdampak luas.
Menurutnya, hal ini berpotensi menciptakan generasi yang tidak memahami kemampuan dirinya sendiri, sekaligus mengurangi inovasi dan kreativitas.
Studi ini bahkan menyamakan dampak AI dengan efek boiling frog, di mana perubahan terjadi perlahan tanpa disadari, hingga akhirnya sulit diperbaiki.
Meski begitu, ada satu catatan positif, pengguna yang memanfaatkan AI hanya sebagai alat bantu atau petunjuk, cenderung tetap mampu berpikir mandiri saat teknologi tersebut tidak tersedia.
Temuan ini menambah kekhawatiran soal dampak AI terhadap manusia.
Baca Juga: Aplikasi Belajar AI Gizmo Raih 13 Juta Pengguna dan Dana $22 Juta
Sejumlah riset sebelumnya juga menunjukkan fenomena AI brain fry, di mana pengguna justru mengalami kelelahan dan bekerja lebih lama.
Dengan tren penggunaan AI yang terus meningkat, para peneliti menekankan pentingnya penggunaan yang bijak, agar teknologi ini tetap menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: