Reed Hastings Tinggalkan Netflix Setelah 29 Tahun, Saham Langusng Anjlok 10%
Kredit Foto: Unsplash/DCL "650"
Reed Hastings, pendiri dan pemimpin Netflix, mengumumkan akan meninggalkan dewan direksi perusahaan pada Juni mendatang, setelah 29 tahun menjabat.
Keputusan ini diumumkan dalam surat kepada pemegang saham, bersamaan dengan laporan keuangan kuartal pertama.
Hastings, yang menjabat sebagai chairman sejak 2023 setelah mundur dari posisi co-CEO, kini memilih sepenuhnya meninggalkan struktur kepemimpinan perusahaan yang ia dirikan.
Ia memutuskan meninggalkan Netflix, karena ingin menjalani kehidupan filantropi.
Mengutip TechCrunch, perjalanan Hastings bersama Netflix dimulai pada 1997, saat ia mendirikan perusahaan bersama Marc Randolph.
Sementara, melansir dari Investing, saham Netflix merosot 10% dalam perdagangan after-hours, meskipun kinerja Q1 2026 melampaui ekspektasi Wall Street.
Tekanan jual dipicu oleh proyeksi Q2 yang mengecewakan serta pengumuman mundurnya co-founder Reed Hastings dari dewan direksi.
Netflix mencatat pendapatan Q1 sebesar $12,25 miliar, melampaui perkiraan analis $12,17 miliar, dengan pertumbuhan tahunan 16%.
Laba per saham mencapai $1,23, hampir dua kali lipat dibandingkan $0,66 pada Q1 2025.
Laba bersih melonjak menjadi $5,28 miliar, didorong sebagian oleh fee penghentian senilai $2,8 miliar dari Warner Bros, terkait batalnya akuisisi Paramount Skydance.
Namun, proyeksi kuartal kedua justru menjadi pemicu utama penurunan saham.
Netflix memperkirakan pendapatan Q2 sebesar $12,57 miliar, di bawah perkiraan analis $12,64 miliar.
Proyeksi laba per saham Q2 sebesar $0,78, juga berada di bawah perkiraan $0,84.
Perusahaan mempertahankan panduan pendapatan setahun penuh di kisaran $50,7 miliar hingga $51,7 miliar, tanpa revisi naik.
Baca Juga: Harga Netflix Naik Lagi! Ini Daftar Tarif Terbaru Mulai Akhir Maret 2026
Di sisi bisnis iklan, Netflix tetap menargetkan pendapatan sebesar $3 miliar pada 2026, meningkat dua kali lipat dari $1,5 miliar tahun sebelumnya.
Jumlah pelanggan global telah mencapai 325 juta per Januari 2026. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: