Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) memperkuat posisinya sebagai simpul industri dan logistik nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman pengembangan dryport berbasis rel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Proyek ini melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di Ballroom Gedung Pengelola KEK Industropolis Batang dan dihadiri perwakilan pemerintah pusat, BUMN, serta pemerintah daerah. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas kawasan industri dengan pelabuhan laut dan distribusi darat melalui moda transportasi rel.
Dryport yang akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare itu dirancang memiliki kapasitas awal 600.000 hingga 650.000 TEUs per tahun dan berpotensi meningkat menjadi 1 juta TEUs seiring pertumbuhan kawasan industri dan permintaan pasar.
Fasilitas ini akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant kawasan sekaligus pusat konsolidasi logistik regional. Kehadiran dryport diharapkan memangkas biaya distribusi, menurunkan waktu tempuh logistik, serta mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan proyek tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional.
“Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan KAI siap mendukung pengembangan dryport melalui jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel. Ia menambahkan groundbreaking proyek ditargetkan dimulai pada Juni 2026.
“KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar menilai dryport akan menjadi perpanjangan layanan pelabuhan sehingga proses logistik dapat dilakukan lebih dekat ke kawasan industri.
“Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan proyek tersebut diperkirakan meningkatkan daya tarik investasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan menyebut dryport menjadi bagian penting strategi kawasan untuk menarik investasi berkualitas.
Baca Juga: KEK ETKI Banten Siap Jadi Hub Kesehatan Global, Diproyeksi Serap Investasi Rp18,8 T
Baca Juga: Pelindo Ajukan Penyesuaian Tarif Layanan Pelabuhan Setelah Tujuh Tahun
Baca Juga: Penguatan Tata Kelola Lingkungan Dorong Daya Saing Kawasan Industri
“Dengan adanya dryport, KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga pusat logistik terintegrasi yang siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Pengembangan proyek akan dilakukan bertahap, dimulai dari finalisasi konsep dan studi kelayakan pada 2026, dilanjutkan pembangunan infrastruktur dan integrasi sistem pada 2027–2028, kemudian masuk tahap operasional serta ekspansi sesuai kebutuhan pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri