Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Astra Otoparts (AUTO) Raup Pendapatan Rp5,25 Triliun, Laba Melesat 10,55% di Awal 2026

        Astra Otoparts (AUTO) Raup Pendapatan Rp5,25 Triliun, Laba Melesat 10,55% di Awal 2026 Kredit Foto: Astra Otoparts
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menunjukkan tren positif di awal 2026. Hingga kuartal I, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp558,94 miliar, naik 10,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp505,57 miliar.

        Sejalan dengan peningkatan laba, laba per saham dasar dan dilusian juga ikut terkerek, dari sebelumnya Rp105 menjadi Rp116. Hal ini mencerminkan perbaikan profitabilitas yang tetap terjaga di tengah dinamika industri otomotif.

        Dari sisi top line, AUTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp5,25 triliun, meningkat dari Rp4,89 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi pendapatan berasal dari dua lini utama, yakni manufaktur komponen otomotif sebesar Rp2,7 triliun dan perdagangan sebesar Rp2,55 triliun.

        Namun demikian, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan menjadi Rp4,41 triliun dari sebelumnya Rp4,09 triliun. Meski begitu, laba kotor tetap tumbuh menjadi Rp841,86 miliar, naik dari Rp796,08 miliar pada periode sebelumnya.

        Dari sisi operasional, beban penjualan tercatat Rp265,28 miliar, meningkat dari Rp247,84 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp265,84 miliar dari Rp243,92 miliar.

        Meski beban meningkat, kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama mampu menopang kinerja, dengan laba bersih setelah pajak mencapai Rp291,19 miliar, naik dari Rp255,56 miliar.

        Baca Juga: Penjualan Melandai, Astra Tetap Kuasai 79% Pangsa Pasar Mobil LCGC

        Baca Juga: Bos dan Komisaris Utama Astra Otoparts Kompak Mundur

        Selain itu, penghasilan keuangan tercatat Rp58,28 miliar, sedikit meningkat dari Rp56,16 miliar. Sementara biaya keuangan justru menurun menjadi Rp9,05 miliar dari Rp11,51 miliar. Pos penghasilan lain-lain juga melonjak signifikan menjadi Rp30,43 miliar dari Rp12,01 miliar, meski beban lain-lain turut naik menjadi Rp12,41 miliar dari Rp10,98 miliar.

        Dari sisi neraca, total aset AUTO meningkat menjadi Rp23,56 triliun dari sebelumnya Rp22,61 triliun para akhir 2025. Liabilitas tercatat Rp6,07 triliun, bengkak dari Rp5,65 triliun, sedangkan ekuitas juga menguat menjadi Rp17,48 triliun dari Rp16,96 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: