Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sampaikan Pesan Menohok, SBY Turun Soroti Pelemahan Rupiah ke Rp17.500/Dolar

Sampaikan Pesan Menohok, SBY Turun Soroti Pelemahan Rupiah ke Rp17.500/Dolar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level psikologis Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Kondisi tersebut memicu gelombang diskusi di media sosial, termasuk komentar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah bergerak menguat tipis 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.515 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.529 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Kian Melemah, Bahkan Kalah Lawan Mata Uang Somalia

Meski menguat tipis, posisi rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp17 ribuan membuat kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi terus meningkat.

Melalui akun media sosial X miliknya, SBY mengaku terus mengikuti perkembangan pasar modal dan pasar uang di tengah tekanan terhadap rupiah.

“Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan,” tulis SBY.

Dalam unggahan tersebut, SBY menilai tekanan ekonomi yang lebih berat sebenarnya masih bisa dicegah apabila seluruh pihak bergerak bersama.

“Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki political & economic resources. Opsi & solusi masih tersedia,” lanjutnya.

SBY juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, ekonom, hingga seluruh pemangku kepentingan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan must be on board. In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama,” tulisnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada pemerintah di tengah tekanan ekonomi yang terjadi.

“Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa,” tutup SBY.

Cuitan tersebut langsung mendapat beragam respons dari netizen yang ikut menyoroti kondisi rupiah saat ini.

“Ternyata orang militer juga bisa bertutur kata baik, santun, dan terukur dengan cara penyampaian pendapat secara jelas, runtut, dan enak didengar tanpa harus meninggikan suara atau mengintimidasi, yaa Pak,” tulis salah satu netizen.

Komentar bernada satire juga muncul dari warganet yang merasa tekanan ekonomi mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari.

“Bapak sambil melukis, kita sambil nangis pak :((" tulis netizen lain.

Sementara itu, sebagian masyarakat mengaku mulai kesulitan menjaga kondisi finansial akibat tekanan ekonomi dan pelemahan rupiah.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Efek Netizen Ramai Nabung Valas: Selamatkan Diri Sendiri Dulu

“Pak rupiah saat ini, kami kelas menengah sudah hampir tidak bisa bertahan pak. Kami betul-betul butuh bantuan untuk memperbaiki keuangan kami, kami tidak bisa lagi menabung. Uang hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ungkap netizen lainnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar