Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Jurus Kemenkes Cegah Penyebaran Kasus Hantavirus

Ini Jurus Kemenkes Cegah Penyebaran Kasus Hantavirus Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang datang dari kawasan Amerika Selatan menyusul munculnya kasus hantavirus pada kapal pesiar MV Hondius.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan langkah pengawasan dilakukan melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di pintu masuk negara, baik bandara maupun pelabuhan.

Baca Juga: Hantavirus Mengguncang! Prudential Syariah Ungkap Penyakit Menular Dorong Pertumbuhan Asuransi

Menurutnya, penumpang dari negara yang telah teridentifikasi memiliki risiko penyebaran penyakit akan menjalani pemantauan lebih ketat, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh hingga pengisian data kesehatan digital.

“Kalau ada penumpang yang terindikasi demam atau memiliki gejala tertentu, itu bisa langsung terpantau melalui sistem,” ujar Andi saat dijumpai di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah juga mencermati riwayat perjalanan penumpang internasional, khususnya yang berasal dari kawasan Amerika Selatan, karena wilayah tersebut menjadi lokasi utama penyebaran tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

"Perhatian khusus diberikan kepada penumpang yang berasal dari negara-negara di Amerika Selatan, seperti Argentina dan negara lain di kawasan tersebut," kata Andi.

Andi mengatakan, jika ditemukan indikasi gejala yang mengarah pada penyakit menular, penumpang akan segera dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan kasus hantavirus pada kapal pesiar MV Hondius. Berdasarkan hasil pemantauan awal, masa inkubasi virus diperkirakan berkisar 45 hari sehingga pengawasan dilakukan secara intensif selama periode tersebut.

Saat ini, diketahui Kemenkes tengah mengawasi kasus kontak erat seorang warga negara asing (WNA) berinisial KE (60) yang tinggal di Jakarta Pusat dan sempat melakukan kontak dengan korban di kapal pesiar MV Hondius. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang karena hasil uji laboratorium terhadap WNA tersebut menunjukkan hasil negatif hantavirus.

Baca Juga: Ini Sumber Dana Rp49 Triliun yang Akan Diberikan ke Rakyat Indonesia oleh Prabowo

"Ia merupakan kontak erat dari kasus kedua (perempuan 69 tahun, meninggal) dan sempat satu penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Kondisi KE tidak bergejala, tetapi memiliki komorbid hipertensi yang tidak terkontrol dan riwayat vaping (rokok elektrik). Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif hantavirus," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Aldi Ginastiar