Bank Syariah Nasional Geber Inovasi SiPA untuk Efisiensi Pasar Keuangan Syariah
Kredit Foto: Bank Syariah Nasional
Bank Syariah Nasional (BSN) mempertegas komitmennya dalam memperkokoh ekosistem keuangan syariah nasional melalui penguatan layanan Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).
Langkah strategis ini diresmikan melalui seremonial penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank BSN, BCA Syariah dan Bank Aladin Syariah, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, yakni jajaran pimpinan Bank BSN, BCA Syariah dan Bank Aladin Syariah, serta Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa implementasi instrumen SiPA bukan sekadar transaksi likuiditas, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas industri.
"Di tengah potensi yang besar, tantangan kita saat ini adalah bagaimana mempercepat realisasi peluang tersebut. Implementasi SiPA menjadi sangat relevan sebagai upaya memperkuat stabilitas dan efisiensi industri keuangan syariah secara keseluruhan," ujar Alex dalam pidatonya.
Sebagai entitas yang lahir dari spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara (BTN Syariah), BSN kini telah memosisikan diri sebagai pemain kunci dalam industri. Berdasarkan data perseroan, BSN tercatat sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun.
Kehadiran Bank BSN di penghujung tahun 2025 dengan jaringan yang mencakup 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus mendorong pertumbuhan keuangan syariah nasional dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan yang ketat.
Baca Juga: Tumbuh 25%, Volume Transaksi Bale Syariah by BSN Tembus Hampir Rp2 Triliun
Bank BSN menyoroti urgensi kolaborasi ini dengan melihat kondisi objektif industri saat ini. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pangsa pasar perbankan syariah masih tertahan di kisaran 7 hingga 8 persen. Selain itu, tingkat literasi keuangan syariah berada di angka 43 persen, dengan tingkat inklusi yang masih relatif rendah di kisaran 13 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan keuangan syariah masih sangat besar dan membutuhkan upaya bersama dari seluruh pelaku industri untuk dapat mengoptimalkannya," tambah Alex.
Melalui penguatan layanan SiPA, Bank BSN optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem keuangan syariah yang lebih modern, likuid, dan resilien. "Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kepercayaan antarbank syariah serta meningkatkan daya saing industri di tingkat nasional maupun global," pungkas Alex.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: