Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Google Cloud Next 2026: Era Agen AI Dimulai, Gemini Enterprise Jadi Andalan

        Google Cloud Next 2026: Era Agen AI Dimulai, Gemini Enterprise Jadi Andalan Kredit Foto: Unsplash/ Firmbee.com
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Google memperkenalkan inovasi terbaru di ajang Google Cloud Next 2026, yang mendorong organisasi beralih dari penggunaan chatbot sederhana, menuju agen AI otonom yang mampu memahami, bernalar, dan bertindak untuk menghasilkan dampak nyata bagi bisnis.

        Transformasi ini dipusatkan pada Gemini Enterprise yang kini diposisikan sebagai sistem end-to-end untuk era agentic.

        "Gemini Enterprise kini menjadi sistem end-to-end untuk Era Agentic-sebuah penghubung utama antara data, manusia, serta seluruh aplikasi dan agen AI Anda, yang mentransformasi seluruh proses menjadi satu alur cerdas."

        "Ini bukan sekadar menawarkan layanan terpisah yang dapat dirangkai, kami menghadirkan stack yang dioptimalkan secara vertikal, di mana semuanya dikembangkan bersama untuk menghadirkan skala dan efisiensi yang dibutuhkan dalam era baru AI produksi ini," ujar Thomas Kurian, CEO Google Cloud dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

        Adopsi teknologi ini terus meningkat. Google mencatat hampir 75% pelanggan Google Cloud telah menggunakan produk AI mereka untuk mendukung operasional bisnis.

        Sejumlah perusahaan dan institusi global pun telah memanfaatkan kemampuan agen AI ini.

        NASA, misalnya, menggunakan agen AI dalam Gemini Enterprise untuk mendukung kesiapan penerbangan, serta memastikan keselamatan astronaut dalam misi Artemis II.

        Di sektor industri, Virgin Voyages memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan lebih dari 1.000 agen AI khusus, termasuk lebih dari 50 agen yang mampu mengurangi waktu pembuatan kampanye hingga 40%.

        Dari sisi performa, model AI Google Cloud kini memproses lebih dari 16 miliar token per menit melalui API pelanggan, meningkat signifikan dari 10 miliar token pada kuartal sebelumnya.

        Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Google meluncurkan Gemini Enterprise Agent Platform sebagai platform komprehensif untuk membangun, mengelola, dan mengoptimalkan agen AI.

        Platform ini merupakan evolusi dari Vertex AI, yang kini dilengkapi kemampuan integrasi agen, DevOps, orkestrasi, serta sistem keamanan.

        Dengan pendekatan terpadu, platform ini memungkinkan perusahaan membangun agen AI yang terintegrasi langsung dengan sistem operasional, dan tetap berada dalam kontrol tata kelola TI.

        Gemini Enterprise Agent Platform juga menyediakan akses ke lebih dari 200 model AI, termasuk Gemini 3.1 Pro, Gemini 3.1 Flash Image, Lyria 3, serta model dari Anthropic seperti Claude Opus, Sonnet, dan Haiku.

        Google juga menambahkan dukungan terbaru untuk model Claude Opus 4.7.

        Tak hanya itu, Google turut memperkenalkan arsitektur data baru yang dirancang untuk mendukung kebutuhan organisasi berbasis systems of action.

        Salah satu komponennya adalah Google Cloud Lakehouse yang memungkinkan perusahaan mengakses dan mengolah data lintas platform seperti AWS dan Microsoft Azure, tanpa perlu memindahkan data.

        Inovasi lainnya mencakup Lightning Engine untuk Apache Spark yang diklaim hingga 4,5 kali lebih cepat dibandingkan alternatif open-source, serta Data Agent Kit yang memungkinkan pengembangan berbasis niat, hanya dengan mendefinisikan tujuan bisnis dalam bahasa pemrograman seperti Python, Spark, dan SQL.

        Baca Juga: Google DeepMind Dikabarkan Bentuk Tim Khusus Kembangkan AI untuk Saingi Anthropic

        Sebagai pelengkap, Knowledge Catalog diperkenalkan untuk membangun context graph terpadu, sehingga agen AI dapat memahami data dan konteks bisnis secara lebih mendalam.

        Dengan rangkaian inovasi ini, Google menegaskan posisinya dalam mendorong era baru pemanfaatan AI di perusahaan, dari sekadar alat bantu menjadi sistem otonom yang mampu menggerakkan operasional dan strategi bisnis. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: