Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Google Cloud Bidik Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Daya Tarik Ekspansi Digital

        Google Cloud Bidik Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Daya Tarik Ekspansi Digital Kredit Foto: Unsplash/Solen Feyissa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di sela acara Google Cloud Next 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Kamis (24/4), CEO Google Cloud Thomas Kurian mengungkapkan peningkatan minat penggunaan layanan Google Cloud untuk melayani pasar di Indonesia.

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia kini menjadi magnet bagi perusahaan global untuk memperkuat infrastruktur digital mereka.

        “Kami juga melihat bahwa kini, seiring berkembangnya ekonomi Indonesia, perusahaan-perusahaan internasional bekerja sama dengan kami karena mereka ingin menempatkan sistem mereka untuk melayani pelanggan di Indonesia,” kata Thomas, Kamis (24/4/2026).

        “Kami juga melihat perusahaan-perusahaan internasional berbicara dengan kami tentang penggunaan cloud kami untuk meng-hosting sistem mereka bagi pelanggan di Indonesia,” sambungnya.

        Menurut Thomas, Indonesia kini menjadi salah satu basis pelanggan penting bagi Google Cloud, mencakup perusahaan besar, usaha kecil, hingga sektor pemerintahan.

        Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan teknologi terbaru ke Indonesia.

        “Ada beberapa contoh perusahaan di Indonesia yang menggunakan alat AI kami, baik itu teknologi AI di Workspace atau platform data kami atau produk portofolio Gemini kami. Dan Anda akan melihat kami terus berinvestasi dalam menghadirkan teknologi kami kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia,” tegasnya.

        Baca Juga: Google DeepMind Dikabarkan Bentuk Tim Khusus Kembangkan AI untuk Saingi Anthropic

        Sementara itu, President Google Cloud Asia Pasifik Karan Bajwa, menilai Indonesia sebagai pasar yang lengkap karena memadukan kekuatan sektor tradisional dengan ekosistem digital yang dinamis.

        “Negara Indonesia juga mengemas ekosistem digital yang sangat dinamis, ekosistem pengembang, dan data digital. Jadi, ini adalah pasar yang sangat lengkap dan menyeluruh,” kata Bajwa.

        Ia menambahkan bahwa keragaman sektor dan skala pasar Indonesia menjadi keunggulan tersendiri.

        Sektor seperti perbankan, ritel, hingga telekomunikasi dinilai telah memiliki kesiapan teknologi yang tinggi.

        Google Cloud sendiri telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar di Indonesia seperti Indosat, Salim Group, Gojek, Tokopedia, hingga jaringan ritel nasional.

        Bajwa menyebut kolaborasi tersebut sebagai bagian penting dari strategi ekspansi di kawasan.

        “Kami sangat bangga dengan apa yang kami kerjakan bersama Indonesia, di Indonesia dengan para pelanggan. Kami mendapatkan hak istimewa menjadi penyedia pertama yang meluncurkan pusat data di Indonesia. Dan saya pikir itu memberi kami luar biasa untuk benar-benar bekerja dengan pelanggan,” ucap Bajwa.

        Lebih lanjut, ia melihat Asia Tenggara sebagai representasi pasar Asia-Pasifik yang lebih luas, dengan Indonesia menjadi salah satu contoh paling lengkap dari perpaduan ekonomi tradisional dan digital.

        “Jadi perolehan kami di Asia Tenggara telah menjadi peluang besar bagi kami untuk belajar dari sana dan menerapkannya ke pasar Asia-Pasifik yang lebih luas dalam arti tersebut,” kata Bajwa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: