Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sulit Cari Kerja yang Sesuai Minat? Freelance Bisa Jadi Alternatif Penghasilan di Era Digital

        Sulit Cari Kerja yang Sesuai Minat? Freelance Bisa Jadi Alternatif Penghasilan di Era Digital Kredit Foto: Udemy
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sulitnya mendapat pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat jadi tantangan anak muda hari ini. Apalagi, kini persaingan semakin ketat seiring membludaknya usia produktif. 

        Namun, di tengah fenomena pencarian lowongan kerja tersebut, muncul tren baru di kalangan anak muda dalam memperoleh penghasilan. Salah satunya adalah kerja freelance. Tugas kerja yang lebih sesuai dengan kemampuan serta dapat dikerjakan dalam waktu dan tempat yang fleksibel menjadi daya tarik tren ini. 

        Angka Pengangguran Masih Tinggi, Lulusan SMK Paling Terdampak

        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2024, kondisi ketenagakerjaan Indonesia masih cukup memprihatinkan, terutama bagi lulusan sekolah menengah kejuruan.

        Berikut tingkat pengangguran terbuka (TPT) berdasarkan jenjang pendidikan:

        • Lulusan SMK: 8,5% - tertinggi di antara semua jenjang
        • Lulusan diploma (D1-D4): 5,1%
        • Lulusan universitas: 4,8%

        Selain itu, jumlah pengangguran fresh graduate usia 20-24 tahun mencapai sekitar 1,2 juta orang. Artinya, lebih dari satu juta anak muda yang baru lulus belum bisa mendapatkan pekerjaan tetap.

        Mengapa ini terjadi? Banyak faktor jadi penyebabnya, mulai dari ketidakcocokan antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri hingga jumlah lowongan yang tidak sebanding dengan pencari kerja.

        Kondisi ini diperparah dengan gelombang PHK. Sepanjang 2024-2025, puluhan ribu pekerja terkena pemutusan hubungan kerja. Akibatnya, persaingan di pasar kerja semakin sengit.

        Banyak yang Mulai Beralih ke Freelance

        Di tengah sulitnya cari kerja, sebagian orang tidak tinggal diam. Mereka mulai beralih ke pekerjaan lepas atau freelance. Dan ternyata, tren ini meningkat pesat di Indonesia.

        Data dari Payoneer (2024) menunjukkan bahwa Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan pertumbuhan freelancer tercepat di Asia Tenggara, dengan peningkatan mencapai 21% year-on-year.

        Survei Populix (2024) juga mengungkapkan fakta menarik bahwa 67% pekerja usia 20-30 tahun tertarik menjadi freelancer. Alasan utamanya adalah fleksibilitas waktu (82%) dan ketidakpuasan dengan gaji tetap (65%). Hanya 23% yang masih menganggap freelance sebagai "pekerjaan tidak stabil" dan angka ini turun drastis dari 41% di tahun 2021

        Artinya, persepsi tentang freelance perlahan berubah. Bukan lagi sekadar pekerjaan freelance yang tidak jelas, tapi sudah dianggap sebagai jalur karir yang sah.

        Freelance Bisa Menghasilkan, Bahkan Melebihi Gaji Tetap

        Apakah freelance benar-benar bisa menghasilkan uang? Jawabannya bisa, bahkan lebih dari yang dibayangkan. Berdasarkan survei TopKarir (2024), berikut perbandingan pendapatan freelancer dan pekerja tetap:

        • Freelancer pemula: rata-rata Rp2,1 juta/bulan
        • Pekerja tetap entry-level: rata-rata Rp3,8 juta/bulan

        Sekilas, pekerja tetap masih lebih tinggi. Namun, untuk freelancer dengan pengalaman 1-2 tahun, pendapatannya bisa naik signifikan:

        • Freelancer berpengalaman (1-2 tahun): Rp5,5 juta/bulan
        • Pekerja tetap level yang sama: Rp4,9 juta/bulan

        Artinya, setelah melewati masa awal, freelance justru bisa menghasilkan lebih besar daripada gaji tetap. Belum lagi faktor fleksibilitas waktu dan tempat kerja yang tidak bisa diukur dengan uang.

        Platform Digital Membuka Peluang Tanpa Batas

        Lalu, bagaimana cara memulai freelance? Di sinilah peran platform digital menjadi krusial. Data APJII (2024) mencatat bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221,5 juta jiwa atau sekitar 79,5% populasi. Yang lebih penting: 87% dari mereka mengakses internet via smartphone.

        Hampir semua orang sekarang punya akses ke peluang freelance hanya lewat genggaman tangan. Contohnya, platform seperti OLX. Awalnya dikenal untuk jual beli barang bekas, sekarang platform ini juga ramai digunakan untuk menawarkan jasa atau mencari proyek freelance. Mulai dari servis elektronik, desain grafis, bantuan rumah tangga, hingga jasa IT.

        Yang menarik, semua bisa dimulai tanpa modal besar. Cukup dengan keterampilan yang dimiliki dan kemauan untuk mencoba.

        Dari Proyek Kecil ke Penghasilan Utama

        Tentu tidak ada yang instan. Banyak freelancer sukses justru memulai dari proyek kecil yang terlihat sepele.

        Bayangkan seseorang yang mulai dari jasa bersih-bersih rumah untuk tetangga. Lama-lama dapat kepercayaan, pelanggan bertambah, dan penghasilan ikut naik. Atau seorang lulusan SMK yang jago servis laptop, memulai dari teman sekelas, lalu kini punya pelanggan tetap dari berbagai daerah lewat platform digital.

        Ada satu sudut pandang unik yang jarang dibahas mengapa freelancer pemula lebih cepat sukses dibanding pencari kerja tetap? Jawabannya sederhana, freelancer belajar menjual skill, bukan hanya mengandalkan ijazah. Mereka membangun portofolio nyata, bukan sekadar daftar nilai. 

        Fenomena overemployment juga menarik. Studi Harvard Business Review (2024) menyebut bahwa 15% pekerja remote di Indonesia memiliki lebih dari satu pekerjaan utama tanpa sepengetahuan perusahaan. Ini bentuk ekstrem dari freelance yang menunjukkan betapa tingginya kebutuhan akan penghasilan tambahan.

        Freelance bukan lagi sekadar "pekerjaan cadangan". Ia bisa menjadi jalur cepat menuju penghasilan yang layak, bahkan lebih besar dari gaji tetap. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk memulai, konsistensi, dan kemauan terus belajar.

        Jika masih bingung memulai, coba lihat platform digital yang sudah tersedia. Seperti OLX tidak hanya untuk jual beli, tapi juga tempat yang ramah bagi siapa saja yang ingin menawarkan jasa atau mencari proyek pertama.

        Mulai dari hal kecil. Jangan menunggu "siap" karena kesiapan sering datang setelah kita mulai bergerak. Siapa tahu, proyek freelance kecil yang kamu mulai hari ini, kelak menjadi sumber penghasilan utama yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: