Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Porsi Pekerja Formal RI Menyusut Menjadi 40,58 Persen pada Februari 2026

Porsi Pekerja Formal RI Menyusut Menjadi 40,58 Persen pada Februari 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan porsi pekerja formal di Indonesia kembali mengalami penurunan pada Februari 2026. Persentase pekerja formal kini berada di angka 40,58 persen, menyusut dari 40,60 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Tren penurunan ini telah terjadi sejak Februari 2024 yang saat itu masih berada pada level 40,83 persen. Sebaliknya, porsi pekerja informal justru meningkat menjadi 59,42 persen dari total penduduk yang bekerja di Indonesia.

Jumlah pekerja informal secara absolut bertambah dari 86,58 juta orang menjadi 87,74 juta orang dalam setahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja nasional saat ini masih didominasi oleh sektor informal.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut status pekerjaan buruh atau karyawan mencakup 36,99 persen dari total tenaga kerja. "Jumlah pekerja formal pada Februari 2026 juga mengalami peningkatan menjadi 59,93 juta orang," ujar Amalia di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Meskipun secara angka absolut meningkat, pertumbuhan tenaga kerja formal belum mampu menaikkan proporsinya dalam struktur ekonomi nasional. Sektor informal tetap menjadi tumpuan utama masyarakat melalui status berusaha sendiri hingga pekerja keluarga.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional tercatat mengalami penurunan tipis menjadi 4,68 persen atau setara 7,24 juta orang. Angka pengangguran ini berkurang sebanyak 35 ribu orang jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2025.

Baca Juga: BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang dan Kualitas Pekerjaan Meningkat

Penurunan tingkat pengangguran terjadi secara merata baik pada kelompok laki-laki maupun perempuan di seluruh wilayah. BPS mencatat TPT di wilayah perkotaan berada di level 5,60 persen dan juga mengalami penurunan di wilayah pedesaan.

Sektor pertanian, perdagangan, dan industri masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan total porsi 60,29 persen. Ke depannya, tantangan pemerintah tetap berfokus pada penguatan sektor formal guna memberikan perlindungan kerja yang lebih baik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat