Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Senator Demokrat sebut Trump Lahir dari Golongan Orang Kaya, Tak Pernah Merasakan Berjuang seperti Keluarga Imigran India

        Senator Demokrat sebut Trump Lahir dari Golongan Orang Kaya, Tak Pernah Merasakan Berjuang seperti Keluarga Imigran India Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah India mengecam ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membagikan unggahan dengan menyebut India sebagai 'hellhole' atau tempat yang sangat buruk layaknya neraka.

        Kementerian Luar Negeri India pun langsung bereaksi serta merespons dengan menyatakan bahwa komentar tersebut "jelas tidak berdasar, tidak pantas, dan rendahan"

        Selain mengecam hak konstitusional AS atas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran, unggahan itu juga menuduh, tanpa bukti bahwa imigran India di industri teknologi enggan mempekerjakan warga kulit putih asli AS dan mengklaim bahwa imigran India tidak fasih berbahasa Inggris.

        "Seorang bayi di sini langsung menjadi warga negara, dan kemudian mereka membawa seluruh keluarga dari China atau India atau hellhole lainnya di planet ini," kata Trump di Truth Social.

        Baca Juga: Disebut Hellhole, Cuitan Ulang Trump Bikin India Marah

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar.

        "Pernyataan itu sama sekali tidak mencerminkan realitas hubungan India-AS, yang selama ini dibangun di atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama," ujarnya.

        Insiden ini terjadi di waktu yang sensitif, tepat menjelang rencana kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ke India bulan depan, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan terbaru antara kedua negara.

        Kecaman keras juga datang dari dalam negeri, Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat yang memiliki darah keturunan India, Ami Bera, menyebut tindakan Trump "sangat menyinggung, bodoh, dan merendahkan martabat jabatan yang dipegangnya."

        Ia menambahkan bahwa Trump yang lahir dalam kekayaan dan hak istimewa tidak pernah harus berjuang seperti yang dialami oleh banyak keluarga imigran India.

        Sementara itu, kelompok advokasi Hindu American Foundation menyatakan keprihatinannya atas apa yang mereka sebut sebagai "omelan rasis yang penuh kebencian."

        Melalui platform X, mereka menyatakan bahwa dukungan Presiden AS terhadap pernyataan semacam itu hanya akan semakin memicu kebencian dan membahayakan komunitas imigran, terutama di saat xenofobia dan rasisme sedang berada pada tingkat tertinggi.

        Trump sendiri sebelumnya telah menjadikan pengetatan imigrasi sebagai kebijakan utamanya, termasuk menargetkan jenis visa yang kerap digunakan oleh para pekerja teknologi asal India.

        Gesekan ini bertolak belakang dengan upaya puluhan tahun dari para pemimpin AS sebelumnya yang selalu berusaha menghindari konflik dan membangun hubungan baik dengan negara demokrasi terbesar di dunia tersebut, yang selama ini dipandang oleh para pembuat kebijakan AS sebagai kekuatan penyeimbang terhadap China.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: