Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Mamin Ubah Strategi di Tengah Lesunya Konsumsi Rumah Tangga

        Industri Mamin Ubah Strategi di Tengah Lesunya Konsumsi Rumah Tangga Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tekanan daya beli masyarakat dan kenaikan inflasi mulai mendorong pelaku industri makanan dan minuman (mamin) mengubah strategi penjualan. Sejumlah pelaku usaha kini mengandalkan produk bernilai ekonomis dan paket hemat untuk menjaga volume transaksi di tengah konsumen yang makin selektif berbelanja.

        Salah satu respons datang dari McDonald’s Indonesia yang memperbarui Paket HeBat (Hemat Banget) sejak 1 April 2026 di seluruh restoran dengan harga mulai Rp20 ribuan. Langkah ini muncul di tengah inflasi tahunan Maret 2026 yang tercatat 3,48%.

        Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan inflasi Maret terjadi karena kenaikan indeks harga konsumen.

        “Pada Maret 2026, terjadi inflasi tahunan sebesar 3,48% atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 110,95 pada Maret 2026,” kata Ateng, saat konfernsi pers, pada Rabu (1/4/2026) lalu.

        Secara ekonomi, inflasi yang meningkat biasanya menekan belanja rumah tangga karena pendapatan riil masyarakat tergerus. Kondisi tersebut mendorong konsumen memprioritaskan kebutuhan pokok dan mencari produk dengan harga lebih terjangkau.

        Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia Caroline Kurniadjaja mengatakan pembaruan menu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar yang berubah.

        “Kami ingin menghadirkan pilihan menu yang lebih beragam, relevan, dan tetap hemat, sehingga menjadi solusi bersantap yang praktis, terjangkau, dan bisa dinikmati di berbagai momen tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

        Paket HeBat pertama kali diperkenalkan pada 2016 dan kini diperbarui dengan variasi menu baru serta penyesuaian harga. Beberapa produk yang ditawarkan antara lain paket Nasi Uduk McD dengan minuman mulai Rp22 ribu serta penyesuaian harga Paket Korean Soy Garlic Wings dari Rp27.727 menjadi Rp25.000 sebelum pajak.

        Selain itu, perusahaan juga memasukkan kombinasi menu lokal dan internasional seperti Bubur Ayam McD, Beef Burger Deluxe, dan McSpaghetti Ayam McD. Diversifikasi menu tersebut dinilai menjadi upaya menjaga frekuensi kunjungan pelanggan dari berbagai segmen.

        Baca Juga: ShopeePay Catat Pergeseran Konsumsi, Masyarakat Mulai Tahan Belanja

        Baca Juga: Ekonom UGM Sebut Subsidi Energi untuk Amankan Daya Beli dari Gejolak Geopolitik

        Baca Juga: Jaga Daya Beli, RI Tahan Harga BBM Subsidi dan Kebut Mandatori B50 di 2026

        Fenomena ini mencerminkan tren umum industri mamin ketika konsumsi melambat, yakni menggeser fokus dari produk premium ke menu bernilai ekonomis untuk mempertahankan volume penjualan dan loyalitas pelanggan.

        Seorang pelanggan, Dewi Sari, menilai paket hemat lebih relevan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

        “Buat saya, Paket HeBat itu simple tapi ngena, jadi solusi tepat di tengah kondisi sekarang. Apalagi sekarang variannya semakin banyak, jadi lebih mudah disesuaikan dengan mood ingin makan apa,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: