Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Terkoreksi 0,48% ke 7.072, Mayoritas Sektor Memerah

        IHSG Ditutup Terkoreksi 0,48% ke 7.072, Mayoritas Sektor Memerah Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 34,12 poin atau 0,48% ke level 7.072,39 pada perdagangan Selasa, 28 April 2026. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dari kisaran level 7.032,98 ke 7.151,50.

        Pelemahan terjadi di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran yang masih tidak jelas. Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan tidak senang atas proposal terbaru dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

        Tahap awal proposal tersebut mencakup penghentian perang serta penyelesaian blokade laut dan pembukaan kembali wilayah dari Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi distribusi energi global yang saat ini terganggu akibat konflik.

        Iran, setelah isu keamanan dan pelayaran diselesaikan, ingin pembahasan berlanjut ke program nuklir, termasuk tuntutan pengakuan hak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

        Namun, Washington menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi sejak awal. Ia ingin hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat. Hal itulah yang hingga kini membuat mandegnya negosiasi AS dan Iran. 

        Pergerakan saham pada akhir perdagangan hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 350 saham merosot, 339 saham menanjak dan 129 saham mendatar. 

        Hingga sore ini, IHSG sudah memperdagangkan 31,8 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,1 juta kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp17,4 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.617 triliun. 

        Delapan sektor memerah, barang konsumen primer -1,61%, bahan baku -1,48%, infrastruktur -0,84%, teknologi -0,73%, barang konsumen non primer -0,68%, transportasi -0,45%, energi dan kesehatan masing-masing -0,42%.

        Di zona hijau, sektor keuangan terpantau mencatat kenaikan 0,92%. Diikuti sektor properti 0,27% dan sektor industrial terapresiasi 0,10%.

        Baca Juga: Ada yang Berencana Akuisisi 34,56% Saham EPAC

        Baca Juga: BEI Catat Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 26,1 Juta per 24 April

        PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) menjadi saham top losers dengan penurunan -14,56% ke Rp176. Disusul PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) ambruk -12,81% ke Rp2.110 dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) terperosok -11,38% ke Rp8.175.

        Posisi saham top gainers diisi PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) lompat 34,82% ke Rp151, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) melesat 34,75% ke Rp159 dan PT PP Presisi Tbk (PPRE) terbang 34,75% ke Rp159. 

        Saham yang jadi buruan investor adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai transaksi Rp1,08 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,04 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp708 miliar. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: