Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamina Siapkan Pasokan 5 Juta Kiloliter Bioetanol di 2028

        Pertamina Siapkan Pasokan 5 Juta Kiloliter Bioetanol di 2028 Kredit Foto: Pertamina New Renewable Energy
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina (Persero) menetapkan target ambisius untuk menyiapkan pasokan bioetanol nasional sebesar 3 hingga 5 juta kiloliter pada tahun 2028. Langkah strategis ini dilakukan guna mengejar percepatan implementasi mandatori E20 sekaligus memperkuat kemandirian energi domestik sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

        Upaya ini dikonkretkan melalui penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) strategis oleh Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) bersama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk pada Senin (27/04/2026).

        Kerja sama ini mencakup revitalisasi pabrik bioetanol di Lampung, pembangunan pabrik baru di Bone (Sulawesi Selatan), serta pengembangan pabrik berbasis molase bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

        CEO Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa kebutuhan volume yang besar menuntut pembangunan fasilitas produksi yang tersebar di berbagai wilayah dengan memaksimalkan potensi lokal.

        “Kebutuhan bioetanol nasional untuk mencapai target E20 pada 2028 diperkirakan mencapai 3 hingga 5 juta kiloliter. Untuk itu diperlukan pembangunan sejumlah fasilitas produksi di berbagai wilayah dengan pendekatan multi feedstock,” ujar John Anis.

        Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiya Dewi, menyebut kolaborasi ini sebagai kunci untuk melakukan lompatan besar di sektor energi terbarukan.

        “Implementasi bioetanol ini tidak bisa ditunda lagi. Target E20 pada 2028 membutuhkan lompatan besar, baik dari sisi pasokan maupun infrastruktur. Karena itu, kolaborasi seperti yang dilakukan hari ini menjadi kunci,” tegas Eniya dalam sambutannya.

        Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menambahkan bahwa pengembangan bioetanol domestik merupakan jawaban atas dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, sumber energi terbaik adalah yang berasal dari dalam negeri.

        “Melalui sinergi Pertamina Group dengan sektor perkebunan dan mitra strategis, kami optimistis program bioetanol dapat mendorong substitusi impor dan memperkuat kemandirian energi nasional,” kata Agung.

        Baca Juga: Tak Hanya Listrik, Begini Cara Pertamina Optimalkan Pemanfaatan Panas Bumi

        Baca Juga: Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat di Hari Bumi 2026

        Guna menjamin keberlanjutan produksi, kolaborasi ini juga menyentuh sisi hulu untuk memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan. Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyatakan komitmennya dalam membangun ekosistem energi ini secara terintegrasi.

        “PTPN akan memastikan ketersediaan feedstock, sementara Pertamina mendorong hilirisasi energi. Ini bukan sekadar proyek, tetapi upaya bersama untuk membangun masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri,” jelas Denaldy.

        Selain proyek di Lampung dan Bone, Pertamina secara berkelanjutan juga telah mendorong pengembangan ekosistem bioetanol di berbagai wilayah lain, seperti Banyuwangi, Garut, hingga penguatan investasi strategis di tingkat global untuk memastikan kesiapan implementasi E20 tepat pada waktunya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: