Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Pastikan Danantara Sumberdaya Tak Ganggu Pasar Sawit dan Batu Bara

Danantara Pastikan Danantara Sumberdaya Tak Ganggu Pasar Sawit dan Batu Bara Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Danantara menegaskan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak akan mengganggu pasar ekspor komoditas nasional, termasuk perdagangan sawit dan batu bara. Pasalnya, perusahaan tersebut hanya difokuskan untuk menghentikan praktik under invoicing yang dinilai telah merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun.

Managing Director Stakeholders Management & Communication Danantara, Rohan Hafas, mengatakan mekanisme perdagangan ekspor melalui PT DSI nantinya tetap mengacu pada harga pasar internasional sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun pembeli global.

“Jadi bukan ada uncertainty. Harganya akan sebagus harga di pasar. Karena pasar akan jadi acuan,” ujar Rohan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia mencontohkan harga komoditas seperti crude palm oil (CPO) atau minyak mentah telah memiliki acuan harga global yang jelas. Karena itu, pemerintah tidak akan melakukan intervensi harga di atas pasar, melainkan ingin menghentikan praktik perdagangan komoditas di bawah nilai pasar.

“Harga sawit sudah ada acuannya. Tapi jangan jual di bawah itu. Jauh. Yang namanya under invoicing, itu yang ingin kita hilangkan,” katanya.

“Yang kita tidak mau, underprice yang selama ini dilakukan mengakibatkan kerugian Rp15.400 triliun selama 30 tahun ini,” lanjut Rohan.

Menurut dia, dana hasil ekspor yang masuk ke sistem perbankan domestik nantinya dapat memperkuat likuiditas nasional dan menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai sektor ekonomi, mulai dari kredit UMKM hingga kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor panjang.

“Kalau ada likuiditas di Indonesia, itu akan menjadi sumber modal mulai dari kredit UMKM, kredit consumer, kredit KPR, kredit rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Danantara Disorot, Ekonom Bongkar Misi Besar di Balik Badan Ekspor Baru

Baca Juga: Jadi BUMN Ekspor Danantara Sumberdaya Belum Punya Struktur Pengurus

Baca Juga: Danantara Ungkap Transaksi Ekspor Lewat DSI Baru Berlaku Januari 2027

Lebih lanjut, Rohan menegaskan pembentukan badan ekspor tersebut tidak bertujuan menguasai perdagangan komoditas nasional atau menggeser peran swasta, melainkan untuk memperkuat perputaran ekonomi domestik.

“Itulah ekonomi yang kita inginkan. Jadi, tidak ada sifat ingin menguasai ini, menguasai itu. Bukan,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri