Kredit Foto: MedcoEnergi
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membuktikan kelasnya sebagai raksasa energi regional dengan jejak operasional di tujuh negara. Di tengah ketidakpastian global, Medco mencatatkan performa operasional yang gemilang pada kuartal I-2026, dengan lonjakan produksi dan penguatan cadangan yang masif di seluruh lini bisnis, didukung portofolio 12 aset produksi onshore dan 4 aset produksi offshore.
Melansir laporan perusahaan, Medco Energi Internasional Tbk membukukan produksi migas bersih (net production) sebesar 170 mboepd (thousand barrels of oil equivalent per day) pada kuartal I-2026. Angka ini berada di batas atas panduan tahunan (guidance) 2026 yang ditetapkan pada level 165–170 mboepd.
Jika dilihat secara bruto (gross), total produksi mencapai lebih dari 350 mboepd, yang terdiri atas produksi domestik sebesar 265 mboepd dan internasional sebesar 88 mboepd.
Dominasi gas semakin tak tergoyahkan dengan porsi 72% dari total produksi, dengan volume gas bruto mencapai 1.245 mmscfd (net: 661 mmscfd), sementara produksi minyak bruto berada di angka 125 mbopd (net: 47 mbopd).
Kekuatan ini didorong oleh aset-aset strategis, terutama di Sumatera Selatan, yang mencatatkan produksi bruto lebih dari 127 mboepd dari tujuh aset operasional. Capaian ini juga diperkuat oleh keberhasilan produksi minyak pertama dari Lapangan Forel dan gas pertama dari Terubuk di Natuna, serta rekor produksi baru di Oman Blok 60.

Salah satu katalis utama adalah peningkatan kepemilikan di Corridor Production Sharing Contract (PSC) dari 46% menjadi 70%, yang memberikan tambahan produksi sekitar 25 mboepd serta cadangan 2P (proven and probable reserves) sebesar 58 mmboe (million barrels of oil equivalent).
Baca Juga: Medco Energi Cetak Produksi Migas 170 Mboepd di Kuartal I 2026
Baca Juga: Produksi 110 Juta Barel Minyak, Medco Energi Tandai Tonggak Sejarah 20 Tahun di Oman
Selain itu, Medco memperluas jejaknya melalui akuisisi Sakakemang PSC (45%) dan South Sakakemang PSC (80%), di mana proyek raksasa Sakakemang PSC ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal III-2027. Ekspansi regional juga berlanjut dengan perpanjangan lisensi Bualuang Thailand serta perolehan operatorship di Blok Cendrawasih, Malaysia.
RRR 200% & Cadangan 2P Tembus 551 Mmboe
Prestasi paling mencolok adalah kemampuan perusahaan menjaga keberlanjutan cadangan. Medco mencatat rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR) rata-rata lebih dari 200%. Artinya, Medco menemukan atau mengakuisisi cadangan baru dua kali lipat dibandingkan dengan produksi yang dihasilkan.
Pada kuartal I-2026, Medco memiliki cadangan 2P sebesar 551 mmboe dan sumber daya kontinjensi 2C (contingent resources) mencapai 1.154 mmboe. Dengan reserve life lebih dari 11 tahun dan kepemilikan 11 aset eksplorasi dan pengembangan, Medco memiliki visibilitas pertumbuhan jangka panjang yang kuat.

CEO Medco Energi Internasional, Roberto Lorato, menegaskan bahwa strategi perusahaan bertumpu pada keseimbangan antara pengelolaan hidrokarbon dan akselerasi transisi energi.
“Gas kini mewakili lebih dari 70% portofolio kami. Di Asia, gas merupakan jawaban pragmatis untuk menggantikan batu bara dan memperkuat energi terbarukan,” tegasnya dalam IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).
Menurut Roberto, transisi energi di Asia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Permintaan listrik di kawasan ini terus tumbuh pesat sehingga gas dinilai tetap menjadi elemen penting dalam proses dekarbonisasi. “Transisi energi di kawasan ini harus dibangun dengan gas, bersamaan dengan energi terbarukan, bukan tanpa gas,” lanjutnya.
Baca Juga: Pertamina dan Medco Jadi KKKS Pertama yang Serap Minyak dari Sumur Rakyat
Saat ini, Medco Energi Internasional mengelola produksi grup lebih dari 350.000 boepd, dengan dominasi gas bumi dalam portofolio hulu perusahaan, di mana 82% produksi berasal dari aset darat (onshore).
Lini Power & Mining Melesat Tajam
Tak hanya migas, lini bisnis Independent Power Producer (IPP) Medco juga menunjukkan kinerja positif melalui pengoperasian 6 IPP berbahan bakar gas, 2 IPP mini hidro, 2 IPP geothermal, dan 2 IPP solar PV. Penjualan listrik mencapai 1.053 GWh (gigawatt hour) pada kuartal I-2026, menempatkan perusahaan di jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan 4.550 GWh.
Kapasitas terpasang saat ini mencapai 1.013 MW (megawatt), dengan tambahan kapasitas O&M (operation & maintenance) sebesar 2.160 MW. Porsi energi terbarukan dalam bauran kapasitas telah mencapai 26%, melampaui target pemerintah Indonesia untuk 2025 sebesar 23%.
Milestone penting dicapai dengan mulai beroperasinya Ijen Geothermal Phase-1 (35 MW) dan East Bali Solar PV (25 MWp), serta penyelesaian ekspansi Batam ELB sebesar 109 MW.
Ekspansi terus berlanjut melalui proyek Ijen Geothermal Phase 2 serta perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali dan Sumbawa. Saat ini, energi terbarukan menyumbang 26% dari total kapasitas terpasang Medco Energi Internasional dan ditargetkan meningkat menjadi 30% pada 2030.
Di sektor tambang, melalui kepemilikan saham di Amman Mineral Internasional (AMMN), Medco mencatat produksi tembaga sebesar 101 Mlbs (million pounds) dan emas sebesar 136 Koz (thousand ounces) dalam satu kuartal. Capaian operasional lainnya mencakup produksi copper cathode sebesar 79.849 ton dan refined gold sebesar 124,7 koz.
Target tahunan dipatok agresif, yakni 485 Mlbs tembaga dan 579 Koz emas, didukung fasilitas pemrosesan berkapasitas 120.000 ton per hari dan smelter berkapasitas 900.000 ton per tahun.
Secara finansial, strategi integrasi gas-to-power serta ekspansi pertambangan tembaga melalui Amman Mineral berhasil mendongkrak profitabilitas perusahaan. Dalam satu dekade terakhir, EBITDA Medco Energi Internasional melonjak hampir lima kali lipat, dari US$260 juta menjadi US$1,26 miliar.
“EBITDA telah tumbuh dari US$260 juta menjadi US$1,26 miliar. Jadi, dalam 10 tahun, pertumbuhannya hampir lima kali lipat, terakumulasi di berbagai siklus yang berbeda,” tutur Roberto.
Juara ESG & Transformasi Digital
Senior Vice President (SVP) Business Support Medco Energi Internasional, Iwan Prajogi, menyampaikan bahwa perseroan berada pada posisi yang kuat untuk terus berkontribusi terhadap kebutuhan energi Indonesia. Performa tersebut dibarengi dengan kepatuhan tinggi terhadap standar keberlanjutan, termasuk raihan skor “B” pada CDP Climate Change 2025 dan pengakuan sebagai Runner-up ASEAN Risk Champion Awards 2025.
Medco mempertahankan peringkat MSCI ESG Rating “AAA” per Maret 2026, menempatkan perseroan di jajaran 11% perusahaan migas terbaik dunia. Medco juga berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (Scope 1 dan Scope 2) sebesar 20% serta emisi metana sebesar 25% dibandingkan dengan basis tahun 2019.

Perseroan juga telah diakui dalam indeks IDX LQ45 Low Carbon Leaders dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI.
Secara internal, Medco tengah menjalankan strategi digital IT lima tahun (2022–2026) yang bertumpu pada empat pilar: penguatan fondasi digital, penetapan model operasional digital, transformasi bisnis, dan keamanan siber.
Baca Juga: Jual Saham MEDC, Bos Medco Energi Kantongi Rp18 Miliar
Adopsi teknologi Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) digunakan untuk mengoptimalkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan.
Kesuksesan ini ditopang oleh lebih dari 19.300 tenaga kerja, termasuk 580+ profesional petroteknik, dengan 21% posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan. Komitmen pengembangan SDM dibuktikan dengan 124.700+ jam pelatihan melalui lebih dari 1.000 modul kursus.
“Strategi kami memberikan nilai jangka panjang. Melalui pendekatan yang disiplin dan fokus pada eksekusi, Medco berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional sekaligus transisi energi berkelanjutan,” tutup Iwan Prajogi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: