Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Besaran Santunan Kepada Keluarga Korban Meninggal Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

        Ini Besaran Santunan Kepada Keluarga Korban Meninggal Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Kredit Foto: Kemenhub
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan santunan jaminan kecelakaan hingga percepatan penerbitan dokumen administrasi kependudukan kepada keluarga korban insiden tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

        Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara langsung menyerahkan santunan kepada keluarga dua korban di Balai Kota Jakarta. Kedua korban adalah Nur Laila, seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI, dan Nuryati, kader juru pemantau jentik Kelurahan Harapan Mulya, Jakarta Pusat.

        Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menyampaikan duka cita mendalam. Ia menyebut Pemprov DKI kehilangan dua sosok yang selama ini memberikan kontribusi bagi masyarakat.

        "Kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah Nur Laila dan almarhumah Nuryati. Peristiwa ini meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua," ujarnya.

        Sebagai bentuk perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian, santunan diberikan kepada keluarga korban. Keluarga Nur Laila menerima santunan dari PT Taspen sekitar Rp283 juta. Sementara keluarga Nuryati menerima Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan serta tambahan Rp20 juta dari Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta.

        Selain santunan, Pemprov DKI juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa bantuan pendidikan bagi anak-anak korban yang masih bersekolah.

        Sementara itu, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Timur menerbitkan dan menyerahkan akta kematian atas nama Harum Anjarsari, yang juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

        Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Timur, Ade Himawan, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk prioritas pemerintah untuk membantu keluarga korban.

        "Kami memprioritaskan percepatan penerbitan dokumen ini sebagai bentuk pelayanan kepada warga. Dokumen tersebut sangat penting untuk berbagai keperluan, mulai dari pengurusan ahli waris hingga administrasi perbankan, klaim asuransi, dan pembiayaan lainnya," ujar Ade.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: